| Foto, (tengah) jaket kuning, Alba Muhammad Muchid ketua Komunitas Relawan Jepara (KRJ) bersama perwakilan supporter sepak bola dan pihak kepolisian Polres - Polsek Jepara kota. |
Queensha.id — Jepara,
Insiden kericuhan pasca pertandingan antara Persijap Jepara melawan Persebaya Surabaya pada Sabtu (21/2/2026) yang sempat mencoreng atmosfer sepak bola daerah akhirnya berakhir dengan penyelesaian damai. Sikap bertanggung jawab ditunjukkan para suporter dengan menanggung bersama biaya perbaikan ambulans yang rusak.
Kerusakan menimpa tiga unit ambulans milik Komunitas Relawan Jepara (KRJ) akibat gesekan antar suporter di kawasan Jalan Sidik Harun, Kelurahan Ujungbatu, kecamatan Jepara kota, kabupaten Jepara. Kaca kendaraan pecah sehingga ambulans sempat tidak dapat dioperasikan untuk pelayanan darurat masyarakat.
Melalui mediasi Polres Jepara dan Polsek Jepara Kota, perwakilan suporter CNS dan Banaspati sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Kedua kelompok menyampaikan permohonan maaf terbuka sekaligus komitmen nyata mengganti kerugian.
Total biaya perbaikan sebesar Rp3.400.000 ditanggung bersama, masing-masing kelompok suporter berkontribusi Rp1.700.000. Dana tersebut telah ditransfer langsung kepada perwakilan Komunitas Relawan Jepara sebagai bentuk tanggung jawab konkret.
Ketua Komunitas Relawan Jepara (KRJ), Alba Muhammad Muchid, menyampaikan apresiasi atas itikad baik para suporter yang memilih jalur damai.
“Terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya teman-teman suporter yang sudah menunjukkan tanggung jawabnya. Ambulans ini digunakan untuk kepentingan kemanusiaan, sehingga kami sangat menghargai langkah cepat penyelesaian ini,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, penyelesaian secara musyawarah menjadi contoh positif bahwa rivalitas sepak bola tidak harus berujung konflik berkepanjangan.
Langkah damai ini mendapat apresiasi dari berbagai elemen masyarakat. Sikap dewasa yang ditunjukkan para suporter dinilai menjadi momentum penting untuk mengembalikan citra sepak bola sebagai ruang persaudaraan, bukan permusuhan.
Ke depan, seluruh elemen suporter diharapkan mampu menjaga kondusivitas, menjunjung sportivitas, serta mendukung tim kebanggaan daerah dengan cara yang tertib, aman, dan bermartabat.
***
Tim Redaksi.