Queensha.id - Jepara,
Suasana malam minggu yang semula tenang di wilayah Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, mendadak berubah tegang. Tiga pasangan muda-mudi yang tengah larut dalam pesta minuman keras di sebuah kamar kos tak menyangka, ketukan keras dari Tim Patroli Presisi Siraju Polres Jepara akan menjadi akhir dari malam panjang mereka.
Bermula dari laporan warga yang resah terhadap aktivitas tak wajar di sejumlah rumah kos, polisi langsung merespons cepat. Laporan itu diterima melalui Call Center Polri 110 dan WhatsApp Siraju Polres Jepara, dua jalur aduan yang selama ini aktif memantau kondisi keamanan masyarakat.
Dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Jepara, Kompol Sutono, razia digelar pada Sabtu malam, 14 Juni 2025. Hasilnya mencengangkan: tiga pasangan bukan suami-istri tertangkap basah sedang menikmati minuman keras di dalam kamar kos.
“Begitu kami lakukan penggeledahan, kami temukan mereka dalam kondisi mengkonsumsi miras. Lokasi juga digunakan tidak sesuai peruntukannya,” ungkap Kompol Sutono kepada wartawan.
Barang bukti berupa botol minuman keras berbagai merek disita. Sementara itu, keenam orang tersebut langsung diamankan ke Mapolres Jepara untuk pendataan dan diberikan pembinaan. Mereka yang diketahui melanggar aturan kos juga diberikan peringatan keras agar tidak mengulangi perbuatannya.
Kasihumas Polres Jepara, AKP Dwi Prayitna, menegaskan bahwa penindakan ini merupakan respon nyata terhadap keresahan warga. Menurutnya, keberadaan kos-kosan tidak boleh disalahgunakan menjadi tempat perbuatan menyimpang.
“Kami sangat serius menangani aduan masyarakat. Kos-kosan bukan tempat untuk hal-hal yang meresahkan, apalagi digunakan untuk pesta miras atau perbuatan asusila,” tegasnya.
Tak hanya fokus pada para pelaku, polisi juga memberikan teguran keras kepada pemilik kos. Mereka diminta untuk lebih ketat dalam mengawasi dan menertibkan penghuni, serta tidak membiarkan properti mereka berubah menjadi tempat maksiat.
“Pemilik kos punya tanggung jawab moral dan sosial. Jangan lepas tangan saat tempatnya disalahgunakan,” tambah AKP Dwi.
Polres Jepara memastikan bahwa razia seperti ini akan terus digencarkan, khususnya di lokasi-lokasi yang rawan penyalahgunaan fungsi hunian. Ini merupakan bagian dari upaya menciptakan Jepara yang aman, bersih, dan terbebas dari praktik-praktik menyimpang.
Masyarakat pun diminta tidak ragu untuk melapor bila menemukan aktivitas mencurigakan. “Sekecil apa pun informasi dari warga akan kami tindaklanjuti. Keamanan lingkungan butuh kerja sama semua pihak,” tutup AKP Dwi.
Jadi, kasus ini menjadi bukti bahwa kepekaan masyarakat dan respons cepat aparat dapat mencegah berkembangnya perilaku menyimpang. Di Jepara, ketenangan malam minggu bukan hanya milik muda-mudi, tapi juga hak setiap warga yang mendambakan lingkungan aman dan tertib.
***
Sumber: Hms.