Notification

×

Iklan

Iklan

Ribuan Ojol Iringi Pemakaman Affan, Massa Tuntut Transparansi Kasus Rantis Brimob

Jumat, 29 Agustus 2025 | 13.05 WIB Last Updated 2025-08-29T06:06:37Z

Foto, ribuan ojek online mengiringi pemakaman korban pengemudi ojek online yang tewas dilindas mobil Rantis Brimob.

Queensha.id - Jakarta,


Suasana haru menyelimuti TPU Karet Bivak, Jakarta, Jumat (29/8/2025) pagi, saat jenazah Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) yang tewas akibat dilindas mobil rantis Brimob, dimakamkan. Ribuan pengemudi ojol dari berbagai daerah hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.


Sekitar pukul 10.20 WIB, jenazah Affan dimasukkan ke liang lahat dengan iringan doa dan takbir. Isak tangis keluarga pecah, terutama dari orang tua, kakak-adik, hingga kakek-neneknya. Sang ibu bahkan sempat pingsan sebelum dibawa ke musala. Sementara ayah Affan tampak terus terpekur menatap makam anaknya.



“Terima kasih untuk semua yang sudah membantu sejak dari TKP, rumah sakit, sampai saat ini. Semoga amal ibadah anak dan cucu kami diterima,” ucap kakek Affan lirih.



Tokoh Publik Hadir di Pemakaman


Prosesi pemakaman dihadiri sejumlah pejabat, politikus, hingga perwira polisi. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi, anggota DPR RI Fraksi PDIP Rieke Dyah Pitaloka, dan politikus Anies Baswedan tampak hadir.


Rieke dan Anies sama-sama menyerukan agar kasus ini diusut tuntas. Mereka juga meminta para pengemudi ojol untuk menjaga situasi agar tetap kondusif.
“Kita kawal agar keadilan ditegakkan. Semoga tidak ada lagi korban seperti Affan,” ujar Anies.


Secara terpisah, Kapolda Asep kembali menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut. Ia berjanji proses penyelidikan berjalan transparan dan menegaskan peristiwa serupa tidak boleh terulang.



Aksi Massa di Markas Brimob


Di waktu hampir bersamaan, ratusan pengemudi ojol menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Komando Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, Jakarta. Mereka menuntut transparansi penyelidikan dan hukuman tegas bagi tujuh anggota Brimob yang sudah diamankan.


Situasi sempat memanas ketika massa berhadapan dengan aparat. Namun, ketegangan mereda setelah perwakilan Brimob menemui pendemo.


“Kami minta maaf,” ujar perwakilan Brimob berulang kali. Ia menyebut insiden itu “tidak disengaja” dan memastikan tujuh anggota Brimob sudah ditahan di Polda Metro Jaya.


Massa menolak penjelasan tersebut dengan teriakan protes. Mereka menegaskan tuntutan agar kasus tidak ditutup-tutupi. Selain itu, para pendemo meminta rekan-rekan mereka yang sempat diamankan saat aksi agar segera dibebaskan.


Setelah melalui dialog panjang, massa perlahan membubarkan diri meninggalkan lokasi.



Tuntutan Transparansi


Kasus kematian Affan Kurniawan kini menjadi sorotan publik. Komunitas ojol menegaskan akan terus mengawal jalannya penyelidikan. Mereka menuntut agar proses hukum dilakukan secara terbuka dan pelaku mendapat hukuman setimpal.


Insiden ini juga memunculkan kritik lebih luas terkait penggunaan kekuatan aparat dalam mengendalikan massa. Polisi berjanji akan mengumumkan perkembangan penyelidikan secara berkala untuk menjawab tuntutan masyarakat.


***

×
Berita Terbaru Update