| Foto, terlihat kabel internet yang menjulur ke bawah dan mudah dipegang masyarakat sekitar. |
Queensha.id - Jepara,
Warga Desa Slagi, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara, mengeluhkan pemasangan kabel internet yang dinilai tidak beraturan dan membahayakan keselamatan. Sejumlah kabel terlihat menggantung rendah dan bahkan menempel tepat di atas kabel listrik PLN, menimbulkan kekhawatiran serius terutama saat musim hujan.
Keluhan itu disampaikan oleh seorang warga berinisial W, yang menyebut kondisi tersebut sangat berisiko.
“Pemasangan kabelnya rendah sekali, dipegang tangan saja bisa. Bahkan ada yang menempel tepat di atas kabel listrik PLN. Ini sangat berbahaya. Apa tidak mikir keselamatan warga?” ujar W kepada awak media dengan nada kecewa, Jumat (28/11/2025).
Khawatir Korsleting Saat Hujan, Anak-anak Terancam
W menjelaskan bahwa kabel internet yang dipasang sembarangan itu bukan hanya mengganggu estetika desa, tetapi juga dapat memicu kecelakaan. Posisi kabel yang rendah dikhawatirkan tersangkut kendaraan, disentuh anak-anak, hingga berpotensi menyebabkan korsleting listrik apabila terkena air hujan.
“Bayangin kalau ada anak-anak main di situ, atau hujan deras. Bahaya banget. Kok bisa pemasangannya kayak gini?” tambah W.
Ia meminta pihak penyedia jasa internet segera bertanggung jawab dan memperbaiki instalasi tersebut agar aman bagi warga.
Pemerintah Desa: Tidak Ada Izin Pemasangan
Petinggi Desa Slagi, Damam, saat dihubungi wartasidik.co beberapa waktu lalu, mengaku bahwa pemasangan jaringan tersebut tidak memiliki izin dari pemerintah Desa.
“Pemasangan kabel internet itu tidak ada izin ke desa,” tegas Damam.
Pernyataan itu memperkuat dugaan bahwa pemasangan dilakukan tanpa koordinasi, sehingga tidak melalui proses pengecekan standar keselamatan di lingkungan permukiman.
Belum Ada Respons dari Penyedia Layanan Internet
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak penyedia layanan internet terkait keluhan warga dan sikap pemerintah desa. Warga berharap ada langkah cepat untuk menata ulang jalur kabel tersebut sebelum terjadi insiden yang tidak diinginkan.
W juga menegaskan bahwa masyarakat Desa Slagi sangat membutuhkan akses internet, namun tetap harus memenuhi standar keselamatan.
“Internet penting, tapi pemasangan harus aman. Jangan sampai membahayakan warga,” pintanya.
Situasi ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan pemasangan infrastruktur digital di tingkat desa. Dengan meningkatnya kebutuhan internet, masyarakat berharap penyedia layanan tidak mengabaikan aspek keselamatan publik.
***
Sumber: Ambar WS.
Tim Redaksi Queensha Jepara