| Foto, tangkap layar dari Youtuber terunggul di Indonesia. |
Queensha.id - Jakarta,
Industri kreator digital di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan pesat. YouTube masih menjadi platform utama bagi para kreator lokal untuk membangun pengaruh, menjangkau jutaan penonton, sekaligus menciptakan sumber penghasilan baru di era ekonomi digital.
Subscriber menjadi tolok ukur penting dalam menilai popularitas sebuah channel. Semakin besar jumlah pelanggan, semakin luas pula jangkauan konten, tingkat kepercayaan audiens, dan peluang monetisasi yang dimiliki seorang YouTuber. Tak heran, para kreator berlomba menghadirkan konten yang konsisten, relevan, dan sesuai selera penonton.
Jess No Limit Masih Memimpin
Berdasarkan data Social Blade per Desember 2025, Jess No Limit masih menempati posisi teratas sebagai YouTuber dengan subscriber terbanyak di Indonesia, mencapai lebih dari 54 juta pelanggan. Kreator gaming ini dikenal konsisten menghadirkan konten gameplay, aktif berinteraksi dengan penggemar, serta cepat mengikuti tren gim terbaru.
Prestasinya tak hanya diakui di dalam negeri. Jess No Limit juga mencatatkan namanya dalam Guinness World Records sebagai kanal berbahasa Indonesia dengan subscriber terbanyak sekaligus kanal gaming berbahasa Indonesia paling populer.
Hiburan Digital Kian Mendominasi
Di bawah Jess No Limit, Ricis Official menjadi salah satu channel hiburan terbesar dengan hampir 49 juta subscriber. Konten vlog keluarga, tantangan ringan, dan hiburan sehari-hari menjadikan channel ini digemari lintas usia.
Sementara itu, Frost Diamond berada di jajaran atas dengan lebih dari 45 juta subscriber. Mengusung konten gaming yang ceria dan visual menarik, Frost Diamond sukses membangun basis penonton muda yang loyal.
Nama lain yang tak kalah menonjol adalah Willie Salim, kreator dengan konten eksperimen sosial dan hiburan kreatif. Dengan gaya yang spontan dan mudah viral, channel ini telah mengumpulkan lebih dari 38 juta subscriber.
Konten Anak dan Media Arus Utama Tetap Kuat
Fenomena menarik lainnya adalah kuatnya kanal konten anak-anak seperti BabyBus, Tayo Bus Kecil, dan Like Nastya IDN. Tingginya jumlah subscriber pada kanal-kanal ini menunjukkan besarnya pasar tontonan keluarga di Indonesia.
Selain kreator individu, kanal milik stasiun televisi nasional seperti Indosiar, SCTV, RCTI, TRANS7, dan MNCTV juga tetap bertahan di jajaran teratas, membuktikan bahwa media konvensional masih relevan di ranah digital.
Berikut adalah daftar 50 channel teratas dengan jumlah subscriber terbanyak di Indonesia:
- Jess No Limit - 54.3M
- Ricis Official - 48.6M
- Frost Diamond - 45.1M
- Willie Salim - 38.1M
- Indosiar - 34.3M
- AH - 31.4M
- TRANS7 OFFICIAL - 27.7M
- BabyBus - Cerita & Lagu Anak-anak - 27.2M
- Rans Entertainment - 26.6M
- Tayo Bus Kecil - Tayo Bahasa Indonesia - 25.7M
- Deddy Corbuzier - 25.1M
- MiawAug - 24.7M
- Yudist Ardhana - 24.5M
- Like Nastya IDN - 23.8M
- Miwanda_Tanz - 23.6M
- Vilmei - 23.4M
- Klara Tania - 23.3M
- Surya Citra Televisi (SCTV) - 22.6M
- Naisa Alifia Yuriza (N.A.Y) - 21.5M
- HUBA후바 - 21.4M
- Tiger Wong Entertainment - 21.1M
- Zuni and Family - 21M
- tanboy kun - 20.5M
- Kaleb Andri - 20.2M
- Arif Muhammad - 19.9M
- KOMPASTV - 19.6M
- Si Bocil - Bocah Cilik - 19.2M
- GEN HALILINTAR - 19.2M
- Pokémon Indonesia - 19.1M
- itsmeissie - 19M
- RCTI - LAYAR DRAMA INDONESIA - 18.7M
- Dhot Design - 18.6M
- Untitled Joker - 18.6M
- TRANS TV Official - 18.5M
- leika garudita - 18.3M
- Windah Basudara - 17.9M
- ALDIS Putra - 17.8M
- Harley Quinn with the Joker - 17.7M
- Bobon Santoso - 17.7M
- MNCTV OFFICIAL - 17.4M
- BaLiTa - Baba Lili Tata - 17M
- Kerajinan 5-Menit - 16.9M
- Daftar Populer - 16.9M
- Sansan Tiffabelle - 16.4M
- Dyland PROS - 16.3M
- tvOneNews - 16M
- Weni Noto - 15.9M
- Hariyo Ardhito - 15.9M
- Yuni Ara - 15.8M
- nurrayni25 - 15.8M
Potret Persaingan Kreator Indonesia
Deretan YouTuber Indonesia ini menggambarkan betapa beragamnya lanskap konten digital Tanah Air—mulai dari gaming, hiburan personal, konten anak, hingga media mainstream. Persaingan ke depan diperkirakan akan semakin ketat, seiring perubahan tren, algoritma, dan preferensi penonton.
Di tengah kompetisi tersebut, konsistensi, kreativitas, dan kemampuan membaca audiens menjadi kunci utama agar kreator mampu bertahan dan terus berkembang di industri YouTube Indonesia.
***
Tim Redaksi.