Notification

×

Iklan

Iklan

Modus Pinjam Rp20 Ribu Berujung Penipuan: Penjaga Stand Es Teh di Mayong Jepara Jadi Korban

Rabu, 24 Desember 2025 | 13.40 WIB Last Updated 2025-12-24T06:42:17Z
Foto, ilustrasi. Penjual Es teh kontainer di pinggir jalan.


Queensha.id - Jepara,


Niat baik untuk menolong sesama justru berujung pengalaman pahit. Seorang penjaga stand es teh berinisial AS, yang berjualan di wilayah Mayong, Kabupaten Jepara, mengaku menjadi korban penipuan bermodus pinjam uang dalam jumlah kecil namun berdampak besar secara emosional dan ekonomi. 


Peristiwa tersebut dialami hari ini, Rabu (24/12/2025), saat kondisi lapak dagangan AS sedang sepi pembeli.



Seorang pria paruh baya datang dalam keadaan terengah-engah. Awalnya dikira hendak membeli minuman, namun pria tersebut justru meminta tolong meminjam uang sebesar Rp20 ribu dengan alasan motornya mogok dan membutuhkan biaya tambal ban.


Pelaku meyakinkan korban bahwa rumahnya berada di wilayah Mayong dan berjanji akan segera kembali untuk mengembalikan uang tersebut. 


AS sempat menolak dengan alasan tidak membawa uang lebih, namun karena melihat kondisi pria itu tampak memprihatinkan, ia akhirnya luluh.


“Saya bilang itu uang dagangan, tapi dia meyakinkan akan segera kembali,” ungkap AS dalam cerita yang dibagikannya di group Facebook di Jepara.



Namun, janji itu tak pernah ditepati. Hingga berjam-jam menunggu, pria tersebut tak kunjung kembali. AS pun menyadari bahwa dirinya telah menjadi korban penipuan. 


Akibat kejadian itu, uang hasil jualan habis, bahkan ia harus pulang dengan motor kehabisan bensin di jalan.
Situasi semakin sulit ketika AS tidak memegang uang tunai untuk membeli bensin eceran. 


Ia terpaksa melakukan pembayaran melalui transfer kepada penjual bensin, disertai kehadiran anak penjual sebagai saksi transaksi karena khawatir dianggap tidak membayar.


“Rasanya belum ikhlas. Lebih baik orang jujur bilang mau ngutang atau ngamen, daripada menipu,” tulis AS dengan nada kecewa.


AS menegaskan bahwa kisah ini dibagikan bukan untuk mencari simpati atau mengundang hujatan, melainkan sebagai peringatan agar masyarakat lebih berhati-hati. 


Ia juga menyebutkan ciri-ciri pria yang diduga menipunya, yakni berbadan gemuk, berkulit gelap, memiliki flek hitam di wajah, serta mengenakan pakaian berwarna biru tua saat kejadian.
Cerita tersebut mendapat banyak respons dari warganet. 


Sejumlah netizen mengaku pernah mengalami kejadian serupa, sementara lainnya mengingatkan bahwa empati sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan sebagai celah untuk menipu, terutama terhadap pedagang kecil dan warga dengan niat tulus.


Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa sikap tolong-menolong tetap penting dijaga, namun kewaspadaan juga harus diperkuat. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati terhadap modus penipuan berkedok kebutuhan mendesak yang kerap terjadi di ruang-ruang publik.


***
Tim Redaksi.