Notification

×

Iklan

Iklan

Viral Janji Telanjang di Pati, Klarifikasi: Nurul Utami Bantah Tuduhan

Sabtu, 24 Januari 2026 | 22.12 WIB Last Updated 2026-01-24T15:13:43Z

Foto, Nurul Utami dikutip dari akun Facebook.




Polemik unggahan viral yang menyeret nama konten kreator asal Pati, Nurul Utami, memasuki babak baru. Setelah sebelumnya ramai unggahan ajakan publik yang beredar luas di media sosial dan memicu kemarahan warganet, Nurul Utami akhirnya menyampaikan klarifikasi terbuka melalui akun Facebook pribadinya.


Dalam unggahan klarifikasi berbentuk foto tangkapan layar tersebut, Nurul Utami secara tegas membantah tudingan yang beredar. Ia menyatakan tidak pernah mengucapkan pernyataan seperti yang dinarasikan dalam unggahan viral sebelumnya dan meminta agar publik tidak melakukan fitnah.


“AQ GK pernah bilang seperti itu. Jika ada, boleh di-SS-kan buktinya,” tulis Nurul Utami dalam klarifikasinya pada Sabtu (24/1/2026).


Tegaskan Hormati Proses Hukum

Dalam pernyataannya, Nurul Utami juga menegaskan sikapnya terkait proses hukum yang sedang berjalan. Ia menyatakan tidak membela siapa pun secara membabi buta dan menyatakan kesiapan menerima keputusan hukum jika terbukti bersalah.


“Jika nanti pengadilan memutuskan bersalah, maka itu harus diterima dengan lapang dada,” tulisnya.


Ia menekankan pentingnya menghormati langkah lembaga penegak hukum dan meminta publik tidak menghakimi secara personal.


“AQ yo menghormati langkah KPK. Biarlah hukum bekerja secara adil dan transparan,” lanjutnya.


Reaksi Publik Belum Reda

Meski klarifikasi telah disampaikan, reaksi publik belum sepenuhnya mereda.

 Sejumlah warganet tetap menyuarakan kekecewaan, bukan semata soal benar atau salah, melainkan dampak pernyataan di ruang publik.


Beberapa netizen menilai klarifikasi tersebut perlu dibarengi dengan sikap lebih bijak dalam bermedia sosial.
“Ini bukan soal hukum saja, tapi soal tanggung jawab moral ketika bicara di depan publik,” tulis seorang warganet.


Komentar lain menegaskan bahwa kritik masyarakat merupakan konsekuensi dari konten yang telah terlanjur menyebar luas.


“Kalau sudah bicara di ruang publik, wajar kalau publik ikut menilai. Klarifikasi penting, tapi etika ke depan juga harus dijaga,” tulis akun lainnya.


Ruang Digital dan Tanggung Jawab Sosial

Kasus ini kembali menegaskan bahwa media sosial bukan sekadar ruang ekspresi personal, melainkan ruang publik dengan dampak luas. Klarifikasi menjadi langkah penting, namun kepercayaan publik dibangun dari konsistensi dan kehati-hatian sejak awal.


Hingga kini, polemik masih menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Pati. Publik menunggu perkembangan lanjutan sembari berharap ruang digital digunakan secara lebih sehat, rasional, dan bertanggung jawab.


Seperti ditulis salah satu netizen dalam kolom komentar:

“Kritik monggo, kecewa wajar, tapi semua harus tetap dirawat dengan nalar.”

***