Notification

×

Iklan

Iklan

Pasar Mobil Bergairah, Tapi Ada yang Mandek: Deretan Mobil yang Hanya Laku Satu Unit di November 2025

Senin, 15 Desember 2025 | 08.36 WIB Last Updated 2025-12-15T01:37:02Z

Foto, Audi Q3.

Queensha.id - Jakarta,


Di saat pasar otomotif nasional kembali menunjukkan tanda-tanda kebangkitan, realitas kontras justru tersaji di balik angka penjualan. Data industri mencatat, masih ada merek mobil yang hanya terjual satu unit sepanjang November 2025, menegaskan betapa ketat dan selektifnya persaingan pasar otomotif Indonesia.


Secara umum, penjualan mobil nasional memang bergerak positif. Distribusi pabrik ke dealer (wholesales) pada November mencapai 74.252 unit, naik tipis 0,3 persen dibandingkan Oktober. Sementara itu, penjualan ritel yang mencerminkan pembelian langsung konsumen di dealer justru tumbuh lebih solid, mencapai 79.310 unit atau meningkat 6,1 persen secara bulanan.



Dominasi Merek Besar Masih Tak Tergoyahkan


Di tengah pemulihan pasar, merek-merek besar tetap mendominasi. Toyota memimpin dengan 21.642 unit wholesales, diikuti Daihatsu sebanyak 11.684 unit. Pabrikan asal China, BYD, terus menunjukkan tren menanjak dengan 9.481 unit, memperkuat posisinya di jajaran papan atas.


Merek lain seperti Mitsubishi, Suzuki, Honda, hingga Wuling juga konsisten bertahan di 10 besar, mencerminkan kuatnya jaringan, model yang relevan, serta kepercayaan konsumen.



Kontras Tajam di Barisan Bawah


Namun, di balik dominasi para raksasa otomotif itu, terdapat barisan merek yang nyaris tak bergerak. Data wholesales menunjukkan Audi hanya mencatatkan satu unit pengiriman dari pabrik ke dealer sepanjang November 2025, menjadikannya merek dengan penjualan terendah bulan tersebut.


Di atas Audi, terdapat Kita dengan tiga unit dan Seres sebanyak lima unit—angka yang tetap mencerminkan minimnya minat pasar.


Kondisi serupa juga terjadi di tingkat penjualan ritel. Audi kembali menjadi merek paling tidak laku, dengan hanya satu unit yang benar-benar dibeli konsumen. Neta mencatat enam unit, sementara Seres membukukan tujuh unit penjualan selama sebulan.



Bukan Fenomena Baru, Sudah Ada Korban


Rendahnya penjualan sejumlah merek sejatinya bukan hal baru di industri otomotif nasional. Sebelumnya, Peugeot resmi hengkang dari Indonesia pada pertengahan 2024. Pada Kuartal I 2024, penjualan Peugeot tercatat hanya 28 unit, anjlok 67,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


Meski demikian, pihak Astra menepis anggapan bahwa kinerja penjualan menjadi penyebab utama hengkangnya merek asal Prancis tersebut.


“Tidak ada hubungan dengan penjualan. Ini murni bagian dari strategi pertumbuhan bisnis Stellantis untuk kawasan ASEAN,” ujar Rokky Irvayandi, yang kala itu menjabat Chief Executive PT Astra International Tbk – Peugeot Sales Operation, Jumat (3/5/2024).



Mengapa Ada Mobil yang Tak Laku?


Minimnya penjualan pada sejumlah model dapat dipicu berbagai faktor. Mulai dari jaringan dealer yang terbatas, harga yang kurang kompetitif, model yang tidak relevan dengan selera pasar, hingga minimnya aktivitas pemasaran. Dalam banyak kasus, mobil dengan penjualan stagnan berada di fase akhir siklus produk atau memang tidak menjadi fokus utama pabrikan.


Fenomena ini menegaskan satu hal penting: pertumbuhan pasar otomotif tidak selalu berarti semua merek ikut menikmati kue yang sama. Di tengah pemulihan industri, hanya pemain dengan strategi tepat, produk relevan, dan jaringan kuat yang mampu bertahan dan tumbuh.



Daftar Mobil Tidak Laku – November 2025


Wholesales (pabrik ke dealer):

  • Audi: 1 unit
  • Kita: 3 unit
  • Seres: 5 unit

Retail Sales (penjualan ke konsumen):

  • Audi: 1 unit
  • Neta: 6 unit
  • Seres: 7 unit

Jakarta, November 2025