Notification

×

Iklan

Iklan

Aliansi Pengawasan Independen MBG Jepara Bergerak, Bangun Kolaborasi Awasi Program Gizi Anak

Kamis, 29 Januari 2026 | 14.01 WIB Last Updated 2026-01-29T07:04:14Z
Foto, saat audiensi dengan wakil Bupati Jepara, M Ibnu Hajar, dalam tujuan pembentukan aliansi pengawasan MBG di wilayah kabupaten Jepara.


Queensha.id — Jepara,


Upaya menjaga mutu dan keamanan program Makanan Bergizi Seimbang (MBG) di Kabupaten Jepara memasuki babak baru. Aliansi Pengawasan Independen MBG Jepara mengambil langkah strategis dengan bersilaturahmi langsung kepada Ketua Satgas MBG Kabupaten Jepara, Ibnu Hajar, di rumah dinas Wakil Bupati Jepara.


Pertemuan tersebut bertujuan membangun kolaborasi pengawasan independen demi memastikan program MBG berjalan sesuai standar, sekaligus memperjelas batasan dan mekanisme pengawasan agar tidak tumpang tindih dengan kewenangan pemerintah.


Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lintas Pelaku Masyarakat Pengawal Aspirasi (LMP-PEGAS), AF Agung, menegaskan bahwa kehadiran aliansi ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan kualitas program tetap terjaga dari hulu ke hilir.


“Mulai dari kualitas makanan, kebersihan dapur, hingga pengelolaan limbah harus diawasi bersama. Masyarakat berhak mendapatkan jaminan keamanan dan keselamatan bagi anak-anak mereka. Karena itu, Aliansi Pengawasan Independen MBG perlu hadir untuk memonitor langsung pengoperasian MBG,” ujar Agung, Kamis (29/1/2026).


Agung menambahkan, pihaknya tengah menyiapkan legalitas formal dengan membentuk struktur kepengurusan yang jelas agar dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah. 


Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci tercapainya masa depan gizi anak yang lebih baik di Jepara.


“Dengan pengawasan independen yang sehat dan terbuka, kami yakin program MBG bisa berjalan berkelanjutan dan berkualitas,” imbuhnya.


Ketua Satgas MBG Kabupaten Jepara, Ibnu Hajar, menyambut baik langkah tersebut. Ia menilai keberhasilan program MBG tidak bisa dibebankan pada satu pihak semata, melainkan membutuhkan sinergi berbagai elemen, termasuk masyarakat.


“Dengan adanya Aliansi Pengawasan Independen MBG, kami merasa sangat terbantu, terutama dalam aspek pengawasan dan publikasi kinerja program MBG,” ungkap Ibnu Hajar.


Sementara itu, Edi Prasadja atau Edi John, selaku Ketua ALMIJ, menekankan pentingnya transparansi hasil monitoring. Ia berharap setiap temuan di lapangan disampaikan secara terbuka agar dapat menjadi bahan evaluasi bersama.


“Jangan sampai kejadian seperti di luar wilayah Kabupaten Jepara—Magelang, Rembang, dan beberapa kota lain—terulang di sini. Jangan ada yang ditutupi. Dengan keterbukaan, kami justru bisa membantu mendorong semangat SPPG untuk terus berbenah dan menjaga kualitas kinerjanya,” tegasnya.


Silaturahmi ini dihadiri sejumlah perwakilan organisasi, di antaranya Antonius Agung (Ketua PEGAS), Edi Prasadja/John (Ketua ALMIJ), Dody, Isa, dan Arif Murdikanto selaku anggota PEGAS. Acara ditutup dengan foto bersama sebagai simbol keseriusan dan kesiapan seluruh pihak untuk berkolaborasi mengawal program MBG di Kabupaten Jepara.


***
Sumber: Ishak/Arif Buliran.
Tim Redaksi.