Notification

×

Iklan

Iklan

Atap Rumah Roboh Diterjang Cuaca Ekstrem, PMI–BPBD–Dinsos Jepara Bergerak Cepat Bantu Warga Dongos

Minggu, 04 Januari 2026 | 19.27 WIB Last Updated 2026-01-04T12:29:15Z
Foto, PMI–BPBD–Dinsos Jepara membantu korban cuaca ekstrem di Desa Dongos, Kecamatan Kedung, Jepara.


Queensha.id – Jepara,


Kepedulian sosial kembali ditunjukkan jajaran instansi di Kabupaten Jepara. Menyusul musibah robohnya atap rumah milik Kardiman, warga RT 02/RW 04 Desa Dongos, Kecamatan Kedung, tim gabungan PMI Kabupaten Jepara, BPBD Jepara, dan Dinsospermades Jepara turun langsung menyalurkan bantuan, Jumat (3/1)/2026).


Langkah cepat tersebut menjadi bukti nyata sinergi antar instansi dalam merespons dampak cuaca ekstrem yang belakangan kerap melanda wilayah pesisir Jepara.


Hujan Deras dan Angin Kencang Picu Kerusakan

Berdasarkan informasi di lapangan, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat dini hari sekitar pukul 04.30 WIB. Hujan deras yang disertai angin kencang membuat struktur atap rumah Kardiman tidak mampu menahan terjangan cuaca hingga akhirnya roboh.


Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan rumah tersebut menyebabkan kerugian material yang cukup dirasakan oleh keluarga terdampak.


Bantuan Wujud Amanah Masyarakat

Sebagai bentuk respons cepat, tim gabungan menyerahkan bantuan logistik dan dukungan kemanusiaan secara langsung kepada korban. Bantuan yang disalurkan oleh PMI Kabupaten Jepara ini bersumber dari Bulan Dana PMI, hasil partisipasi dan kedermawanan masyarakat Jepara.


“Bantuan ini merupakan amanah dari masyarakat melalui Bulan Dana PMI. Kami berharap dapat meringankan beban Bapak Kardiman dan keluarga agar segera memulihkan kondisi rumahnya,” ujar perwakilan tim saat penyerahan bantuan.


Gotong Royong Jadi Kekuatan Hadapi Bencana

Kolaborasi antara PMI, BPBD, dan Dinsospermades kembali menegaskan kuatnya semangat gotong royong di Bumi Kartini. Kehadiran negara di tengah warga yang tertimpa musibah menjadi penguat moral sekaligus bukti bahwa kepedulian sosial masih terjaga.


Masyarakat pun diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama pada musim penghujan yang disertai angin kencang.


***
Sumber: SJ.