Queensha.id — Jepara,
Kebakaran hebat melanda gudang produksi PT Pijar Sukma Furniture di Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Jepara, Selasa sore (6/1/2026). Kobaran api yang membesar dengan cepat disertai asap hitam pekat membumbung tinggi ke langit, menciptakan suasana mencekam dan menyedot perhatian ratusan warga sekitar.
Peristiwa kebakaran tersebut terpantau sekitar pukul 17.53 WIB di kawasan perempatan Kecapi arah timur menuju Lebak, Kecamatan Pakisaji. Api terlihat melahap bangunan gudang yang diduga menyimpan material produksi mudah terbakar, sehingga kobaran cepat membesar dan sulit dikendalikan.
Kanit Turjawali Polres Jepara, Ipda Eko Sutrisno, yang berada langsung di lokasi kejadian, mengimbau masyarakat agar menjauhi area kebakaran demi keselamatan bersama.
“Kami mengimbau masyarakat Jepara, khususnya pengguna jalan yang hendak menuju arah Lebak maupun dari Kecapi, agar menghindari jalur ini sementara waktu,” tegas Ipda Eko Sutrisno di lokasi, Selasa (6/1/2026).
Sejumlah suara letupan beberapa kali terdengar dari dalam gudang, memperkuat dugaan adanya bahan produksi tertentu yang memicu cepatnya api menjalar. Sebagian atap bangunan dilaporkan runtuh, membuat warga hanya bisa menyaksikan peristiwa tersebut dari jarak aman.
Kepulan asap hitam pekat bahkan terlihat dari jarak lebih dari satu kilometer, memicu kepanikan sekaligus rasa penasaran warga. Ratusan orang spontan berdatangan dan berkerumun di sekitar lokasi, baik dari lapangan belakang gudang maupun di tepi Jalan Raya Kecapi, meski petugas terus mengingatkan agar masyarakat tidak mendekat.
Gudang PT Pijar Sukma Furniture sendiri berada di kawasan Prapatan Tuyem, RT 41/RW 7, Desa Kecapi, dengan tembok pembatas setinggi sekitar tiga meter. Kondisi ini menyulitkan proses pemadaman karena akses dari luar area sangat terbatas.
Seorang warga setempat mengungkapkan, tanda awal kebakaran terlihat saat aktivitas pabrik telah berakhir dan para karyawan sudah pulang.
“Awalnya yang kelihatan asap dulu. Waktu itu karyawan sudah bubar karena memang sudah jam pulang. Tidak lama kemudian apinya langsung membesar,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya.
Petugas Pemadam Kebakaran segera tiba di lokasi dan berjibaku memadamkan api, dibantu warga sekitar. Mobil damkar keluar masuk area pabrik, sementara selang air digelar dari berbagai sisi untuk mengisolasi titik api agar tidak merembet ke bangunan lain. Namun, proses pemadaman sempat terkendala konstruksi bangunan yang tertutup rapat serta material seng dan baja ringan yang mempercepat rambatan panas.
Warga memperkirakan kebakaran mulai terjadi sekitar pukul 16.30 WIB, dan pada pukul 17.00 WIB api sudah membesar dan sulit dikendalikan.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala. Belum ada laporan resmi terkait korban jiwa maupun total kerugian materiil, sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Ipda Eko Sutrisno menegaskan, aparat kepolisian tetap siaga di lokasi untuk pengamanan, pengaturan lalu lintas, serta memberikan akses bagi kendaraan pemadam kebakaran.
“Kami terus berada di lokasi untuk pengamanan dan pengaturan lalu lintas. Terima kasih kepada masyarakat yang tetap tertib dan membantu sesuai kemampuan,” pungkasnya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa kebakaran bukan sekadar musibah materi, melainkan ancaman serius bagi keselamatan manusia, lingkungan sekitar, serta aktivitas ekonomi warga.
***
Tim Redaksi.