Queensha.id - Kudus,
Banjir mendadak menerjang Sungai Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Minggu (11/1/2026) siang. Derasnya arus sungai yang tiba-tiba membesar usai hujan lebat dilaporkan menghanyutkan satu unit mobil mini bus yang berada di dekat bantaran sungai.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB dan langsung menyita perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial. Informasi awal diketahui dari unggahan akun Facebook milik seorang warga bernama Bejo sekitar pukul 13.40 WIB. Dalam unggahan itu, tampak arus Sungai Kedungsari berubah liar disertai kepanikan warga di sekitar lokasi.
“Kondisi saat ini di Sungai Kedungsari Gebog Kudus, 1 unit mobil mini bus terbawa arus banjir,” tulis pengunggah dalam keterangannya.
Berdasarkan keterangan warga setempat, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah Gebog sejak sekitar pukul 11.30 WIB. Debit air Sungai Kedungsari naik secara cepat, air berubah keruh kecokelatan dan membawa material lumpur, ranting, serta sampah dari hulu.
Sekitar pukul 13.30 WIB, mini bus yang berada tak jauh dari bantaran sungai diduga tidak sempat dievakuasi. Arus yang mendadak membesar langsung menyeret kendaraan tersebut ke tengah aliran sungai hingga hanyut terbawa derasnya banjir.
Dalam video yang beredar, mini bus kijang Innova warna krem terlihat dalam kondisi miring sebelum akhirnya terseret arus. Warga yang berada di sekitar lokasi hanya bisa merekam kejadian sambil saling mengingatkan untuk menjauh demi menghindari risiko terseret banjir.
Hingga pukul 14.30 WIB, arus Sungai Kedungsari masih terpantau deras dan belum memungkinkan dilakukan upaya evakuasi. Mini bus yang hanyut belum ditemukan atau dievakuasi. Warga memilih berjaga dari jarak aman karena khawatir terjadi banjir susulan.
Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material diperkirakan cukup besar akibat hilangnya kendaraan tersebut.
Kejadian ini memicu beragam reaksi di media sosial. Banyak warganet menyampaikan keprihatinan sekaligus menyoroti kondisi Sungai Kedungsari yang dinilai rawan meluap setiap kali hujan deras mengguyur wilayah hulu. Sejumlah warga berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan serius, termasuk normalisasi sungai dan penguatan sistem peringatan dini.
Warga yang tinggal di sekitar Sungai Kedungsari, termasuk wilayah hilir, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Aktivitas di bantaran sungai diminta dihentikan sementara demi mencegah risiko kecelakaan dan korban jiwa.
***