Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB dan langsung menyita perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial. Informasi awal diketahui dari unggahan akun Facebook milik seorang warga bernama
Bejo sekitar pukul 13.40 WIB. Dalam unggahan itu, tampak arus Sungai Kedungsari berubah liar disertai kepanikan warga di sekitar lokasi.
“Kondisi saat ini di Sungai Kedungsari Gebog Kudus, 1 unit mobil mini bus terbawa arus banjir,” tulis pengunggah dalam keterangannya.
Berdasarkan keterangan warga setempat, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah Gebog sejak sekitar pukul 11.30 WIB. Debit air Sungai Kedungsari naik secara cepat, air berubah keruh kecokelatan dan membawa material lumpur, ranting, serta sampah dari hulu.
Sekitar pukul 13.30 WIB, mini bus yang berada tak jauh dari bantaran sungai diduga tidak sempat dievakuasi. Arus yang mendadak membesar langsung menyeret kendaraan tersebut ke tengah aliran sungai hingga hanyut terbawa derasnya banjir.
Satu mobil milik warga Dukuh Ngrandu, Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kudus hanyut terseret arung Sungai Setro, Minggu (11/01/2025). Akibatnya mobil Grand Livina berwarna silver tersebut hilang terbawa arus sungai.
Kapolsek Gebog AKP Siswanto membenarkan peristiwa hanyutnya mobil tersebut. Saat dikonfirmasi, Siswanto mengatakan, mobil Grand Livina berpelat K 1609 GB tersebut merupakan milik Syuaib, warga RT 5 RW 6 Dukuh Ngrandu, Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.
“Benar, mobil tersebut terseret arus Sungai Setro,” kata Siswanto.
Siswanto menjelaskan, saat peristiwa tersebut terjadi, debit air di Sungai Setro meningkat seiring dengan guyuran hujan deras.
Sementara kediaman Syuaib pemilik mobil tersebut berada di sebelah sungai tersebut.
Sebelum peristiwa terseretnya mobil oleh arus sungai, kata Siswanto, pemilik mobil sedang berada di dalam rumah bersama sang istri.
Hingga pukul 14.30 WIB, arus Sungai Kedungsari masih terpantau deras dan belum memungkinkan dilakukan upaya evakuasi. Mini bus yang hanyut belum ditemukan atau dievakuasi. Warga memilih berjaga dari jarak aman karena khawatir terjadi
banjir susulan.
Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material diperkirakan cukup besar akibat hilangnya kendaraan tersebut.
Kejadian ini memicu beragam reaksi di media sosial. Banyak warganet menyampaikan keprihatinan sekaligus menyoroti kondisi Sungai Kedungsari yang dinilai rawan meluap setiap kali hujan deras mengguyur wilayah hulu. Sejumlah warga berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan serius, termasuk
normalisasi sungai dan penguatan
sistem peringatan dini.
Warga yang tinggal di sekitar Sungai Kedungsari, termasuk wilayah hilir, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Aktivitas di bantaran sungai diminta dihentikan sementara demi mencegah risiko kecelakaan dan korban jiwa.
***