Notification

×

Iklan

Iklan

Dari Catwalk ke Layar Lebar: Fresil Nurassyafa, Sarjana Hukum yang Menantang Kerasnya Dunia Hiburan Jakarta

Kamis, 08 Januari 2026 | 07.18 WIB Last Updated 2026-01-08T00:21:25Z
Foto, Fresil Nurassyafa (Istimewa)




Nama Fresil Nurassyafa, S.H. perlahan tapi pasti mulai mencuri perhatian di industri hiburan Tanah Air. Lahir di Surabaya, 14 Maret 2002, perempuan sulung ini bukan hanya dikenal sebagai aktris dan model, tetapi juga sebagai sarjana hukum perdata lulusan cumlaude yang berani mengambil risiko besar: merantau ke Jakarta sendirian demi mimpi.


Perjalanan Fresil di dunia hiburan tidak terjadi dalam semalam. Kariernya berawal dari dunia modelling, sejak usia sangat belia. Saat masih taman kanak-kanak, ia sudah menjuarai lomba fashion show bertema Kartini. Bakat itu terus terasah di bangku SD, SMP, hingga SMA di mulai dari fashion show, event budaya internasional, hingga pageant bergengsi seperti Pageant Lovers Indonesia 2019, Srikandi Jatim 2020, Miss Beauty Jatim 2022, hingga Miss Indonesia 2023.


Langkah profesional Fresil di dunia syuting dimulai pada 2019, ketika ia ditawari masuk manajemen casting usai menang lomba modelling. 


Pengalaman syuting pertamanya berlangsung di lokasi film horor di Benteng Pendem Van den Bosch, di Ngawi yang merupakan sebuah titik awal yang kemudian membawanya ke berbagai proyek di Surabaya, sebelum akhirnya ia memberanikan diri hijrah ke Jakarta Selatan.


“There is no elevator to success,” prinsip itu dipegang teguh Fresil. Ia mengakui, jalan yang ditempuhnya penuh tantangan: menguras tenaga, mental, pikiran, bahkan biaya. Casting dari satu tempat ke tempat lain dijalani dengan disiplin dan kesabaran, dimulai dari peran kecil hingga dipercaya memegang peran penting.


Di dunia akting, Fresil dikenal fleksibel. Ia pernah memerankan tokoh utama, teman pemain, bintang tamu, second female, hingga daily player sinetron.


Pengalamannya mencakup film bioskop lokal Surabaya XXI dan CGV sebagai Mona, Naik Ranjang sebagai Hany, Lapor Pak! Trans7 sebagai bintang tamu public figure China, Garis Tangan ANTV, web series Alpha Girl (VIU), Second Account (Netflix), Lara Ati Season 1 & 2, hingga film layar lebar seperti The Siege, GJLS: Ibuku Ibu-Ibu, dan Beautiful Pain.


Foto, Fresil Nurassyafa (Istimewa)


Tak hanya film dan sinetron, Fresil juga aktif di dunia iklan, menjadi main talent dan feature untuk sejumlah merek nasional seperti Campina, Sasa Santan, dan Bank BSI.


Meski sering berada satu lokasi syuting dengan banyak artis, Fresil mengaku paling mengagumi Natasha Wilona, sosok yang ia sebut memiliki basis penggemar kuat dan energi positif.


Di luar kamera, Fresil bukan tipikal artis yang bergantung pada satu sumber penghasilan. Ia bekerja di salah satu kantor, menjalankan bisnis aksesori silver, titanium, berlian, nail art, eyelash extension, jastip fashion luar negeri, hingga merambah sektor F&B. Hobinya pun beragam: modelling, menyanyi, menari, travelling, hingga olahraga ekstrem seperti surfing, diving, dan beladiri silat bahkan pernah meraih piala pesilat terbaik tingkat dasar.


Sebagai pencinta kuliner Asia, Fresil menyeimbangkan padatnya aktivitas dengan menjaga kesehatan dan kebahagiaan mental. Harapannya sederhana namun kuat: sukses, sehat, dan bahagia, serta menjadi wanita karier muda yang mandiri, dikelilingi orang-orang yang tulus dan suportif.



"Saya percaya tidak ada jalan pintas menuju kesuksesan. Semua harus dimulai dari bawah, dijalani langkah demi langkah dengan kerja keras, disiplin, dan hati yang kuat. Dunia hiburan mengajarkan saya banyak hal tentang kesabaran, mental, dan konsistensi. Saya bersyukur atas setiap kesempatan, sekecil apa pun perannya, karena dari situlah saya belajar dan bertumbuh, " ujarnya, Rabu (7/1/2026).


Ia menambahkan, "Saat ini fokus saya bukan hanya menjadi aktris, tetapi juga membangun diri sebagai wanita karier yang mandiri, berpendidikan, dan punya nilai. Saya ingin terus berkarya, berkembang, dan membuktikan bahwa mimpi bisa diwujudkan dengan usaha yang jujur dan berkelanjutan," harapnya.


Di tengah kerasnya industri hiburan Jakarta, kisah Fresil Nurassyafa menjadi potret generasi muda yang tidak hanya mengandalkan wajah dan popularitas, tetapi juga pendidikan, kerja keras, dan keberanian memulai dari nol. Sebuah perjalanan yang masih panjang dan layak untuk terus disimak.


***
Tim Redaksi.