Queensha.id — Musik,
Tak banyak yang tahu bahwa lahirnya SLANK, salah satu band paling berpengaruh dalam sejarah musik Indonesia, bermula dari pertemuan sederhana di kawasan Menteng, Jakarta. Di sanalah Bimbim, seorang drummer muda dengan mimpi besar, bertemu Bongky Marcel, gitaris dari Rese Band—band yang kala itu justru menjadi pesaing mereka.
Pertemuan itu bukan sekadar basa-basi antar musisi. Bimbim, yang merasa belum puas hanya dengan satu gitaris, mengajak Bongky ikut latihan bersama. Dari situlah benih kebersamaan tumbuh. Bongky pun sepakat “jalan bareng” Bimbim untuk membentuk grup band baru yang kelak mengubah wajah musik rock Indonesia.
Dari Band Saingan Menjadi Kawan Seperjalanan
Saat Bongky bergabung, band tersebut masih bernama Red Evil. Mereka rutin latihan dan mulai manggung dengan membawakan lagu-lagu Rolling Stones dan Van Halen. Namun ada satu hal yang mengganjal: penampilan mereka tak pernah benar-benar mirip dengan band aslinya.
Alih-alih kecewa, teman-teman mereka justru memberi julukan khas nya yaitu band Slenge’an. Julukan itu lahir dari gaya bermusik yang lepas, apa adanya, dan jauh dari kata rapi. Setiap manggung, mereka kerap mengajak teman-teman sekolah dari Perguruan Cikini, dengan bayaran sederhana yakni sebotol minuman.
Malam Penentuan Nama di Arena Bowling
Akhir Desember 1983 menjadi titik penting. Tepatnya 26 Desember 1983, di arena bowling Hotel Kartika Chandra, Jakarta, saat mereka merayakan ulang tahun Denny BDN (yang kelak dikenal sebagai manajer SLANK) diskusi serius soal nama band pun digelar.
Bimbim sempat mengusulkan agar tetap memakai nama Red Evil. Namun setelah perdebatan dan pertimbangan panjang, mereka sepakat memilih nama SLANK. Nama ini diambil dari kata “Slenge’an”, ditutup dengan huruf K sebagai gaya gaul anak muda kala itu.
Ada satu cerita ringan yang selalu dikenang: saat pemilihan nama SLANK, Bongky justru tak terlalu menyimak diskusi, karena perhatiannya tersedot oleh gadis-gadis cantik di lokasi acara. Kisah kecil yang kini menjadi bagian dari legenda SLANK.
Formasi Awal dan Panggung Perdana yang Tak Mulus
Dengan nama baru, terbentuklah formasi pertama SLANK:
1. Erwan – Vokal.
2. Bongky – Gitar.
3. Kiki – Gitar.
4. Bimbim – Drum.
5. Denny BDN – Bass
Penampilan perdana SLANK dengan nama barunya berlangsung di Universitas Nasional (UNAS), Jakarta. Penuh semangat, mereka membawakan lagu-lagu ciptaan sendiri. Namun kenyataan di panggung tak seindah harapan.
SLANK kalah pamor dari Grup Makara, band yang digawangi Adi Adrian (KLA Project), yang tampil jauh lebih matang dan rapi. Penampilan SLANK kala itu bisa dibilang kacau, namun tidak mematahkan semangat mereka.
Gengsi Tetap Terjaga Meski Kalah Pamor
Meski tampil kurang maksimal, SLANK pulang dengan kepala tegak. Ada satu hal yang membuat mereka bangga: mereka tampil dengan manajer. Sosok itu adalah Erry, kakak dari Erwan sang vokalis yang merupakan sebuah simbol keseriusan di tengah segala keterbatasan.
Dari panggung yang kalah pamor itulah, SLANK belajar satu hal penting: musik bukan soal siapa paling rapi, tapi siapa paling jujur.
Awal Kisah Panjang Band Legendaris
Pertemuan Bimbim dan Bongky di Menteng, julukan “band slenge’an”, hingga malam penentuan nama di arena bowling, menjadi fondasi awal perjalanan panjang SLANK. Dari kegagalan, dari tawa, dari kekacauan maka lahirlah band yang kelak menjadi ikon perlawanan, kebebasan, dan kejujuran musik Indonesia.
Kisah ini membuktikan, legenda besar sering lahir dari langkah kecil yang tak sempurna.
***
Tim Redaksi.