Queensha.id — Pati,
Nama Ahmad Husein kembali mengemuka di ruang publik. Sosok yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu inisiator aksi demonstrasi besar di Pati itu kini ikut terseret pusaran kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pati, Sudewo, dan sedang bergulir di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Merespons kabar tersebut, Husein menegaskan sikapnya. Ia menyatakan siap diperiksa oleh KPK kapan pun dibutuhkan. Pernyataan itu disampaikannya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Kamis (22/1/2026).
Meski demikian, Husein mengaku hingga saat ini belum pernah dihubungi oleh aparat penegak hukum, termasuk KPK. Ia juga membantah keras isu yang menyebut dirinya menerima aliran dana dari Sudewo.
“Saya siap kalau dipanggil KPK. Tapi sampai sekarang belum ada panggilan apa pun. Saya juga tidak pernah menerima uang dari Pak Sudewo,” tegas Husein.
Berdamai yang Mengundang Tanya
Posisi Husein menjadi sorotan publik bukan tanpa sebab. Ia sebelumnya dikenal vokal dan lantang menyuarakan perlawanan terhadap Sudewo melalui Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), yang aktif mengawal Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Pati terkait agenda pemakzulan bupati.
Namun situasi berubah ketika Husein memilih berdamai dengan Sudewo. Keputusan tersebut membuatnya keluar dari barisan AMPB dan memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Husein mengaku, dalam pertemuan damai itu, Sudewo secara langsung menyatakan tidak pernah memberikan apa pun kepadanya. Pernyataan tersebut, menurut Husein, menjadi salah satu alasan dirinya berani membuka diri jika memang harus diperiksa KPK.
Mobil Baru dan Tuduhan Aliran Dana
Tak lama setelah kabar perdamaian itu mencuat, publik kembali dikejutkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan Husein menaiki mobil baru. Spekulasi pun berkembang. Sejumlah pihak menduga mobil tersebut berasal dari aliran dana Sudewo.
Tudingan itu kembali dibantah Husein. Ia menyebut mobil Toyota Agya tersebut dibeli dari hasil siaran langsung (live) TikTok yang selama ini ia jalani.
“Mobil itu saya beli sendiri, hasil dari live TikTok. Harganya Rp 24 juta karena hanya ada STNK, tanpa BPKB,” jelasnya.
Menurut Husein, kondisi kendaraan yang tidak dilengkapi BPKB membuat harganya jauh di bawah pasaran, sehingga tidak relevan jika dikaitkan dengan isu aliran dana miliaran rupiah.
Ujian Konsistensi Gerakan Sipil
Kasus ini tidak hanya menyoal aspek hukum, tetapi juga mengguncang kepercayaan publik terhadap gerakan sipil. Perubahan sikap seorang tokoh demonstrasi dari oposisi keras menjadi pihak yang memilih berdamai kerap memicu kecurigaan, terlebih di tengah kasus korupsi yang menyeret kepala daerah.
Kini, publik menanti langkah KPK. Apakah lembaga antirasuah akan memanggil Ahmad Husein untuk mengklarifikasi berbagai dugaan yang berkembang, atau justru kasus ini akan membuka babak baru dalam skandal politik lokal di Pati.
Satu hal yang pasti, sorotan publik belum akan padam, dan pernyataan “siap diperiksa” akan diuji oleh proses hukum yang berjalan.
***
Tim Redaksi.