Nama Eltasya Natasha kian menguat di peta industri musik Indonesia. Penyanyi muda asal Medan ini resmi bergabung dengan Sony Music Entertainment Indonesia (SMEI), menandai fase baru dalam perjalanan kariernya setelah dikenal luas lewat ajang pencarian bakat dan konten cover lagu yang viral di YouTube.
Bagi Tasya yang sapaan akrabnya kini bergabung dengan label besar bukan sekadar kontrak, melainkan mimpi yang akhirnya terwujud.
“Alhamdulillah, Tasya seneng banget bisa gabung Sony Music. Ini salah satu label pertama yang aku kenal. Rasanya kayak mimpi,” ujarnya penuh antusias.
Dari YouTube ke Panggung Nasional
Nama Eltasya Natasha mulai mencuri perhatian publik lewat cover lagu-lagu populer di YouTube yang meraih jutaan penonton. Karakter vokalnya yang lembut dan emosional bahkan mendapat apresiasi langsung dari DJ dan produser dunia, Alan Walker, sebuah pencapaian langka bagi musisi muda Tanah Air.
Popularitas tersebut mengantarkannya ke panggung yang lebih luas melalui Indonesian Idol 2020 dan The Voice Indonesia. Meski tak selalu menjadi juara utama, Tasya berhasil menanamkan kesan kuat lewat kualitas vokal dan pembawaan yang matang.
Debut Serius di Bawah Sony Music
Tak menunggu lama, Eltasya langsung “tancap gas” usai bergabung dengan SMEI. Ia kini aktif mengikuti berbagai workshop musik, mulai dari pendalaman penulisan lirik, pemilihan tema lagu, hingga eksplorasi konsep musikal yang lebih personal.
“Seru banget. Aku bisa eksplor banyak hal mulai dari lagu, lirik, sampai arah musik yang mau aku bawa,” ungkapnya.
Single debutnya “Terpatri” (2025) menjadi penanda awal karier solonya di industri arus utama. Lagu ballad bertema kehilangan itu menonjolkan kekuatan utama Tasya yaitu emosi yang jujur dan vokal yang easy listening. Ia kemudian merilis remake “Harus Terpisah”, lagu legendaris Cakra Khan, dengan sentuhan pop modern yang lebih lembut dan dreamy.
Warna Baru di Industri Musik
Sony Music melihat Eltasya sebagai representasi generasi baru penyanyi pop Indonesia: tumbuh dari media digital, matang lewat kompetisi, dan siap bersaing di industri profesional. Dengan karakter vokal yang halus namun kuat secara emosional, Tasya dinilai mampu menghidupkan kembali lagu-lagu bertema patah hati dan refleksi diri dengan pendekatan yang relevan bagi pendengar muda.
“Tasya pengen kasih sesuatu yang fresh dan bikin banyak orang relate sama lagu-lagu yang aku bawain,” katanya, dikutip dari detikNews.
Menatap Masa Depan
Dengan dukungan label besar, pengalaman panggung, serta basis penggemar digital yang kuat, Eltasya Natasha kini berada di persimpangan penting kariernya. Dari kamar rekaman rumahan hingga studio profesional Sony Music, langkahnya menunjukkan satu hal: perjalanan dari cover viral menuju musisi arus utama bukan lagi mimpi melainkan proses yang sedang berlangsung.
Dan jika konsistensi serta eksplorasi musiknya terus terjaga, Eltasya berpotensi menjadi salah satu suara penting pop Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
***
Tim Redaksi.