Queensha.id – Jepara,
Cuaca buruk kembali menunjukkan dampaknya di wilayah pesisir utara Jawa Tengah. Gelombang laut setinggi hingga 3 meter disertai angin kencang mencapai 30 knot melanda perairan Jepara, Rabu (21/1/2026), memaksa aktivitas pelayaran dihentikan sementara.
Kantor Unit Penyelenggaraan Pelabuhan (UPP) Kelas II Jepara mengeluarkan imbauan resmi agar seluruh aktivitas pelayaran dari Pelabuhan Kartini Jepara ditunda hingga kondisi dinyatakan aman. Cuaca ekstrem ini diperkirakan berlangsung hingga Sabtu (24/1/2026).
Dampak langsungnya, kapal penyeberangan KMP Siginjai yang melayani rute Jepara–Karimunjawa terpaksa membatalkan jadwal keberangkatan. Penundaan ini berdampak pada mobilitas warga dan wisatawan yang hendak menuju kepulauan tersebut.
Tak hanya pelayaran penumpang, aktivitas nelayan juga lumpuh. Mayoritas kapal nelayan memilih tidak melaut demi keselamatan, mengingat tingginya ombak dan arah angin yang tidak bersahabat.
Situasi darurat ini juga memaksa tiga kapal niaga meminta izin berlindung di perairan Pulau Panjang, Jepara, guna menghindari risiko kecelakaan laut. Ketiga kapal tersebut yakni KM Asia Raya (YGWM) yang membawa muatan besi dengan 15 kru, TB Buana Centuri (YDB3333) dengan 10 kru, serta TB Indo Pacific 02 yang juga diawaki 10 kru kapal.
Selain itu, TB Buana Centuri diketahui sebelumnya berangkat dari Semarang untuk mengevakuasi kapal tongkang TB Buana Superior yang sempat kandas di perairan Wedung, Kabupaten Demak. Setelah kondisi memungkinkan, kapal tersebut dilaporkan telah melanjutkan pelayaran dan bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
Pihak pelabuhan dan otoritas maritim mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, serta operator kapal agar tidak memaksakan aktivitas laut selama peringatan cuaca ekstrem masih berlaku.
Cuaca laut yang kian tak menentu ini kembali menjadi peringatan bahwa keselamatan pelayaran harus selalu didahulukan, terutama di tengah musim angin baratan yang rawan memicu gelombang tinggi.
***
Tim Redaksi.