Queensha.id — Jepara,
Kebakaran hebat melanda gudang meubel milik PT Pijar Sukma Furniture Jepara pada Selasa (6/1/2026) sore. Peristiwa yang terjadi di Desa Kecapi, RT 41 RW 07, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara itu nyaris meluluhlantakkan seluruh bangunan gudang dengan kepulan asap hitam pekat yang terlihat jelas dari jarak jauh.
Api pertama kali diketahui sekitar pukul 17.05 WIB. Seorang warga Mayong bernama Arief Khoironi menjadi saksi awal ketika melihat kobaran api mulai membesar dari area gudang.
Ia kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran.
Tak lama berselang setelah laporan masuk, Satpol PP dan Damkar Jepara langsung bergerak cepat menuju lokasi. Tim pemadam tiba di lokasi pukul 17.18 WIB, namun saat itu api sudah terlanjur membesar dan menjalar hampir ke seluruh area bangunan.
Gudang meubel tersebut diketahui menyimpan berbagai material produksi yang sangat mudah terbakar, seperti kayu, busa, lem, serta bahan meubel lainnya. Kondisi ini membuat api cepat menyebar dan sulit dikendalikan sejak awal penanganan.
Selain itu, tiupan angin yang cukup kencang turut memperparah situasi. Api terus membesar dan memaksa petugas bekerja ekstra keras untuk mencegah perambatan ke area sekitar.
Proses pemadaman berlangsung sangat panjang dan penuh risiko. Petugas harus berjibaku hampir lima jam, hingga akhirnya api berhasil dijinakkan sekitar pukul 22.15 WIB. Selama proses tersebut, kondisi bangunan dinilai sangat berbahaya karena struktur gudang mulai rapuh dan berpotensi ambruk kapan saja.
Berdasarkan keterangan sementara di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh percikan api dari aktivitas pengelasan. Percikan tersebut diduga menyambar material meubel di dalam gudang, lalu dengan cepat berubah menjadi kobaran api besar.
Ruang produksi yang dipenuhi barang setengah jadi dan produk siap kirim membuat api semakin sulit dikendalikan. Meski demikian, pihak berwenang menegaskan bahwa penyebab pasti kebakaran masih dalam proses pendalaman.
Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan untuk memastikan apakah kebakaran murni disebabkan oleh kelalaian prosedur keselamatan kerja atau terdapat faktor lain yang turut memicu insiden tersebut.
Melihat besarnya skala kebakaran, Satpol PP dan Damkar Jepara mengerahkan kekuatan penuh. Sejumlah pejabat teknis turun langsung memimpin penanganan di lapangan, di antaranya:
1. Kasatpol PP dan Damkar Jepara Edy Marwoto.
2. Kabid Damkar Albertus Kurniawan.
3. Kabid Linmas Rudy.
4. Subkoor Gulkar Teguh Iswanto.
Puluhan personel pemadam kebakaran diterjunkan dengan dukungan armada besar, meliputi:
1. Bantuan 4 unit Damkar Pos Mako 113.
2. Bantuan 1 unit Damkar Pos Bangsri.
3. Bantuan 1 unit Damkar Pos Kalinyamatan.
Pengerahan armada dalam jumlah besar sangat krusial untuk memastikan suplai air tetap tersedia, sekaligus melakukan pendinginan menyeluruh agar tidak ada bara api tersisa yang berpotensi memicu kebakaran ulang.
Petugas juga mengatur ketat akses warga agar tidak mendekat ke lokasi karena kondisi sangat berbahaya. Beberapa bagian bangunan dilaporkan sempat ambruk akibat terbakar terlalu lama. Meski kebakaran terlihat sangat mengerikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Namun, kerugian material yang ditimbulkan tergolong sangat besar. Area gudang yang terbakar diperkirakan mencapai 70 x 50 meter persegi, dengan taksiran kerugian sekitar Rp20 miliar. Kerugian tersebut meliputi bangunan gudang, bahan baku, mesin produksi, serta produk meubel yang sudah hampir siap untuk didistribusikan.
Pihak perusahaan bersama aparat terkait kini tengah melakukan pendataan lanjutan dan koordinasi untuk penanganan pascakebakaran, termasuk evaluasi sistem keamanan dan keselamatan kerja.
Kebakaran gudang PT Pijar Sukma Furniture Jepara menjadi peringatan serius bagi sektor industri meubel, khususnya yang melibatkan bahan mudah terbakar. Aktivitas berisiko tinggi seperti pengelasan harus dilakukan dengan pengawasan ketat dan prosedur keselamatan yang ketat pula.
***
Tim Redaksi.