Notification

×

Iklan

Iklan

Hilang ke Sawah, Ditemukan di Dasar Sungai Diduga Bekas Galian C: Lansia Petani Jlegong Jepara Tewas

Jumat, 30 Januari 2026 | 20.25 WIB Last Updated 2026-01-30T13:29:07Z
Foto, Relawan dari BPBD kabupaten Jepara mengevakuasi korban tenggelam di sungai di wilayah Desa Jlegong, kecamatan Keling, Jepara.


Queensha.id - Jepara,


Warga Desa Jlegong, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, digegerkan oleh peristiwa hilangnya seorang petani lanjut usia yang diduga terhanyut di aliran sungai setempat. Peristiwa yang terjadi pada Jumat (30/1/2026) itu berakhir duka setelah korban ditemukan meninggal dunia pada malam hari.


Informasi awal kejadian disampaikan warga setempat.


“Info awal ada warga terhanyut di sungai di Desa Jlegong,” tulis Wakid pada pukul 20.00 WIB. Saat itu, identitas korban belum diketahui secara lengkap, namun diperkirakan berusia sekitar 70 tahun dan berdomisili di RT 02 RW 01 Dukuh Krajan, Desa Jlegong.


Belakangan, korban dipastikan bernama Dul Rohman (70), petani setempat.


Tak Kembali dari Sawah

Sejak pagi hari, Dul Rohman berpamitan kepada keluarga untuk berangkat ke sawah seperti rutinitas biasanya. Namun hingga menjelang siang, korban tak kunjung kembali ke rumah.


Kecurigaan keluarga dan warga meningkat setelah korban tidak dapat dihubungi dan tidak terlihat di area persawahan. Dua warga yang melakukan pencarian menemukan cangkul milik korban tergeletak di tepi sungai, tak jauh dari lokasi korban biasa bekerja.


Di sekitar lokasi juga ditemukan bekas jejak kaki yang diduga terpeleset, mengarah langsung ke aliran sungai. Temuan ini menguatkan dugaan bahwa korban terjatuh ke sungai.


Diduga Bekas Galian C, Kedalaman Mencapai 7 Meter

Sungai di lokasi kejadian diketahui tidak terlalu lebar, namun memiliki kedalaman sekitar tujuh meter. Warga menduga kedalaman ekstrem tersebut merupakan bekas aktivitas galian C milik H. Narwi di masa lalu.


Lubang-lubang dalam yang terbentuk diduga menjadi perangkap berbahaya, terutama bagi warga lansia yang beraktivitas di sekitar bantaran sungai.


Kondisi ini semakin berisiko karena arus air cukup deras, dipicu hujan yang mengguyur wilayah tersebut beberapa hari terakhir.


“Kelihatannya itu bekas galian lama, airnya dalam sekali,” ungkap salah satu warga di lokasi.


Pencarian dan Penyelaman Malam Hari
Laporan kejadian segera diteruskan ke Polsek Keling dan Tim SAR gabungan. Aparat, relawan, dan warga melakukan penyisiran dari titik awal korban diduga jatuh hingga menyusuri aliran sungai ke arah hilir.


Puluhan warga memadati bantaran sungai. Sebagian membantu pencarian, sementara lainnya menunggu sambil berdoa. Suasana haru menyelimuti lokasi, terutama saat keluarga korban tiba.


Penyelaman sempat dilakukan pada sore hari, namun dihentikan sementara untuk evaluasi keselamatan. Setelah salat Isya, tim kembali melanjutkan upaya pencarian.


“Tim penyelam turun pukul 19.30 WIB,” ungkap sumber BPBD Kabupaten Jepara.
Sepuluh menit kemudian, korban akhirnya ditemukan.


“Alhamdulillah korban ditemukan oleh tim penyelam pada pukul 19.40 WIB,” lanjut Relawan.


Penyelaman dilakukan oleh Afif, anggota BPBD Kabupaten Jepara, yang turun langsung ke titik terdalam sungai. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan segera dievakuasi.


Peringatan dan Evaluasi Lingkungan
Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat, khususnya petani dan warga lanjut usia, agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai.


Selain itu, warga berharap ada evaluasi terhadap bekas galian C yang berpotensi membahayakan keselamatan, terutama jika dibiarkan terbuka tanpa pengamanan atau penanda.


Lubang dalam yang tertutup air kerap tampak seperti sungai biasa, namun menyimpan risiko fatal bagi siapa pun yang terpeleset.


Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.


***
Wartawan: Akhib Ob.
Jepara, 30 Januari 2026