Notification

×

Iklan

Iklan

Hujan Deras Malam Hari, Longsor Tutup Total Jalur Damarwulan–Tempur Jepara

Sabtu, 10 Januari 2026 | 08.35 WIB Last Updated 2026-01-10T01:36:47Z
Foto, lokasi tanah longsor di Desa Tempur.




Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jumat malam (9/1), memicu serangkaian longsor di sejumlah titik vital. Akibatnya, akses jalan penghubung Damarwulan–Tempur tertutup total oleh material tanah dan batu, membuat aktivitas warga lumpuh.


Longsor juga berdampak pada jalur Sirahan–Damarwulan yang terpaksa ditutup menyusul meluapnya Kali Gelis. Kondisi serupa terjadi di Dukuh Duplak dan Kali Bayi, di mana arus lalu lintas tidak dapat dilalui kendaraan sama sekali.
Intensitas hujan yang tinggi menjadi penyebab utama bencana ini. 


Aliran sungai yang meluap menggerus tebing di sekitar badan jalan hingga memicu longsoran. Salah satu titik terparah dilaporkan berada di Dukuh Petung, Desa Tempur, dengan material longsor yang cukup tebal menutupi seluruh badan jalan.


Menanggapi situasi tersebut, BPBD Kabupaten Jepara bersama relawan dan warga setempat langsung turun ke lapangan melakukan penanganan darurat. Dengan peralatan seadanya, termasuk jet sprayer, petugas dan warga bahu membahu membersihkan material longsor agar akses jalan bisa segera dibuka.


Namun hingga sekitar pukul 23.00 WIB, upaya pembersihan belum membuahkan hasil maksimal. Hujan yang masih turun deras memaksa petugas menghentikan sementara proses evakuasi material demi keselamatan bersama.


“Keselamatan petugas menjadi prioritas. Kondisi masih sangat berisiko,” ujar salah satu petugas di lokasi.



Pembersihan direncanakan akan dilanjutkan pada Sabtu (10/1) pagi. Jika tenaga manual dinilai tidak mencukupi, BPBD akan mengerahkan alat berat untuk mempercepat pembukaan akses.
BPBD Kabupaten Jepara juga mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan karena potensi longsor susulan masih cukup tinggi. 


Saat ini, wilayah Tempur telah ditetapkan dalam status Siaga 1, menyusul masih adanya beberapa titik rawan longsor di sepanjang jalur tersebut. Warga diminta menghindari perjalanan malam hari dan segera melapor apabila melihat tanda-tanda pergerakan tanah.
“Akses tertutup total,” pungkas Mahfudz, Carik Desa Tempur.

***
Tim Redaksi.