Notification

×

Iklan

Iklan

Jepara Siaga Darurat: Pesawat Penyemai Awan Dikerahkan, BNPB Redam Hujan Ekstrem Muria Raya

Jumat, 16 Januari 2026 | 17.51 WIB Last Updated 2026-01-16T10:52:30Z
Foto, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) mulai Kamis (15/1/2026).





Ancaman banjir dan longsor yang terus membayangi wilayah Muria Raya memaksa pemerintah mengambil langkah luar biasa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) mulai Kamis (15/1/2026) untuk menekan curah hujan ekstrem yang mengguyur Jepara dan sekitarnya.


Satu unit pesawat jenis Caravan (PK-SNP) diberangkatkan dari Bandara Ahmad Yani Semarang sejak pukul 06.00 WIB. Pesawat ini menjalankan misi penyemaian garam di awan-awan potensial di wilayah perairan utara Jawa, dengan tujuan memecah konsentrasi hujan agar tidak turun secara masif di daratan Jepara, Kudus, dan Pati.


Langkah ini menjadi sinyal keseriusan pemerintah dalam mencegah bencana susulan, menyusul tingginya intensitas hujan yang memicu banjir dan longsor dalam beberapa hari terakhir.


Jepara Masih Dalam Tekanan Bencana

Hingga Kamis siang, sejumlah wilayah di Kabupaten Jepara masih berada dalam kondisi darurat. Di Kecamatan Mayong, banjir masih merendam Desa Kuanyar dan sekitarnya dengan ketinggian air mencapai 50–60 sentimeter akibat jebolnya tanggul sungai.


Sementara itu, bencana longsor mengganggu akses vital di wilayah perbukitan. Jalan penghubung di Desa Tempur (Keling), Desa Tanjung (Pakis Aji), dan Desa Bategede (Nalumsari) tertutup material longsoran. Di Desa Tempur, distribusi bantuan bahkan harus dilakukan secara estafet menggunakan sepeda motor karena kendaraan roda empat tidak dapat melintas.


Data sementara mencatat 3.642 jiwa warga Jepara terdampak langsung oleh rangkaian bencana hidrometeorologi ini.
Gotong Royong di Tengah Darurat
Di lapangan, personel BPBD Jepara bersama warga bahu-membahu memperbaiki tanggul yang rusak dengan peralatan seadanya. Karung-karung pasir disusun manual demi menahan laju air agar tidak semakin meluas.


BNPB turut memperkuat penanganan darurat dengan mengirimkan bantuan logistik berupa sembako, terpal, pompa air (alkon), serta sandbag untuk mempercepat penanggulangan banjir dan mendukung evakuasi warga.


BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat

Meski operasi penyemaian awan telah dimulai, ancaman belum sepenuhnya reda. BMKG memprediksi wilayah Muria Raya masih berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan.


Warga yang tinggal di daerah perbukitan, bantaran sungai, dan wilayah rawan longsor diimbau meningkatkan kewaspadaan. Jika hujan turun tanpa henti lebih dari satu jam, warga diminta segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman.


Operasi modifikasi cuaca diharapkan menjadi penahan awal agar beban alam tidak semakin berat. Namun, kesiapsiagaan masyarakat tetap menjadi kunci utama menghadapi situasi darurat yang masih berkembang.


***
Kontributor: Badan Nasional Penanggulangan Bencana