Notification

×

Iklan

Iklan

Jepara Siaga Merah: 83 Bencana Cuaca Ekstrem dalam Dua Pekan, Ribuan Warga Terdampak

Rabu, 14 Januari 2026 | 22.50 WIB Last Updated 2026-01-14T15:57:20Z
Foto, langit cuaca ekstrem.



Queensha.id - Jepara,


Kabupaten Jepara berada dalam kondisi darurat cuaca ekstrem. Dalam kurun waktu 1–13 Januari 2026, tercatat 83 kejadian bencana melanda berbagai wilayah, didominasi angin kencang dan banjir yang dipicu hujan lebat berkepanjangan.


Data yang dihimpun hingga Rabu malam, 14 Januari 2026, menunjukkan dampak bencana ini tidak bisa dianggap ringan. Sebanyak 9.496 jiwa terdampak, dengan 3.221 kepala keluarga merasakan langsung akibat kerusakan rumah, lahan pertanian terendam, hingga harus meninggalkan tempat tinggalnya.


Bencana yang terjadi meliputi 38 kejadian cuaca ekstrem/angin kencang, 23 banjir, dan 22 tanah longsor. Sejumlah wilayah rawan di dataran rendah hingga perbukitan mengalami tekanan alam yang tinggi akibat intensitas hujan yang terus meningkat sejak awal tahun.


Akibat rangkaian bencana tersebut, 65 rumah warga dilaporkan rusak, mulai dari rusak ringan hingga berat. Tak hanya itu, sekitar 692 hektare lahan pertanian terendam air, mengancam ketahanan pangan dan sumber penghidupan petani di beberapa kecamatan.


Situasi darurat juga memaksa 44 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Selain itu, terdapat laporan empat korban luka-luka yang kini mendapatkan penanganan medis.


Pemerintah daerah bersama BPBD Jepara dan relawan kebencanaan terus bersiaga. Tim gabungan dikerahkan untuk evakuasi, pendistribusian bantuan logistik, serta pemantauan wilayah rawan longsor dan banjir susulan.


Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di daerah rawan angin kencang, bantaran sungai, dan lereng perbukitan. Warga juga diminta segera melapor ke posko darurat jika menemukan tanda-tanda bahaya di lingkungan sekitar.


Hingga malam ini, hujan deras disertai angin kencang masih melanda sejumlah wilayah Jepara, menandakan potensi bencana susulan masih terbuka lebar.


Dalam kondisi seperti ini, solidaritas dan kepedulian antarwarga menjadi kunci. Tetap waspada, saling menjaga, dan jangan ragu meminta bantuan saat darurat.


***
Tim Redaksi.