Queensha.id - Jawa Tengah,
Provinsi Jawa Tengah memiliki bentang wilayah seluas 32.800,70 kilometer persegi yang terbagi dalam 29 kabupaten dan 6 kota. Namun jika kota tidak diperhitungkan, tampak ketimpangan cukup mencolok antarwilayah kabupaten, khususnya dari sisi luas daerah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat sejumlah kabupaten yang wilayahnya relatif sempit dibanding daerah lain. Meski kecil secara geografis, beberapa di antaranya justru memegang peranan strategis dalam perekonomian dan mobilitas regional.
Berikut lima kabupaten dengan luas wilayah paling kecil di Jawa Tengah.
Kabupaten Kudus menempati posisi pertama sebagai kabupaten dengan wilayah terkecil di Jawa Tengah. Luasnya hanya 425,10 kilometer persegi. Meski demikian, Kudus memiliki bobot ekonomi yang besar.
Daerah ini dikenal sebagai pusat industri rokok nasional serta simpul perdagangan penting di jalur Pantura timur Jawa Tengah.
Keterbatasan wilayah tidak menghalangi Kudus untuk tumbuh sebagai pusat ekonomi berbasis industri dan jasa.
Di urutan kedua terdapat Kabupaten Sukoharjo dengan luas 489,10 kilometer persegi. Kabupaten ini berbatasan langsung dengan Kota Surakarta dan berfungsi sebagai daerah penyangga utama kawasan Solo Raya.
Pertumbuhan kawasan industri, permukiman, dan infrastruktur menjadikan Sukoharjo salah satu wilayah dengan dinamika pembangunan paling cepat di Jawa Tengah bagian selatan.
Kabupaten Klaten berada di peringkat ketiga dengan luas wilayah 658,20 kilometer persegi. Letaknya yang strategis di antara Yogyakarta dan Surakarta menjadikan Klaten sebagai jalur penghubung vital transportasi dan distribusi logistik.
Selain itu, Klaten dikenal sebagai sentra pertanian, khususnya padi, serta perikanan air tawar yang menopang ketahanan pangan regional.
Dengan luas 677,50 kilometer persegi, Kabupaten Purbalingga berada di posisi keempat kabupaten terkecil di Jawa Tengah. Wilayah ini dikenal sebagai pusat industri kecil dan menengah, terutama industri rambut palsu dan bulu mata yang berorientasi ekspor.
Di sisi lain, Purbalingga juga memiliki potensi wisata alam pegunungan yang terus dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Menutup daftar lima besar kabupaten terkecil adalah Kabupaten Karanganyar dengan luas 775,40 kilometer persegi. Terletak di lereng Gunung Lawu, Karanganyar didominasi wilayah pegunungan dan menjadi salah satu tujuan wisata alam unggulan di Jawa Tengah bagian timur.
Sektor pariwisata, pertanian dataran tinggi, dan industri kreatif menjadi penopang utama perekonomian daerah ini.
Tantangan dan Peluang
Keterbatasan luas wilayah membuat kabupaten-kabupaten ini menghadapi tantangan tersendiri, mulai dari keterbatasan lahan hingga tekanan kepadatan penduduk.
Namun di sisi lain, wilayah yang kecil justru mendorong efisiensi, inovasi, dan fokus pengembangan ekonomi berbasis nilai tambah.
Fenomena ini menunjukkan bahwa luas wilayah bukan satu-satunya penentu kemajuan daerah. Dalam banyak kasus, kabupaten dengan wilayah kecil justru tampil sebagai motor ekonomi dan pusat aktivitas strategis di Jawa Tengah.
***