Kabupaten Jepara selama ini dikenal luas sebagai Kota Ukir, pusat industri mebel ukir yang namanya mendunia. Letaknya di ujung utara Pulau Jawa juga dianugerahi deretan pantai berpasir putih yang memikat wisatawan. Namun di balik pesona ukiran dan lautnya, Jepara menyimpan kekayaan lain yang tak kalah menggoda yaitu kuliner tradisional.
Salah satu episentrum kuliner khas Jepara itu berada di Pasar Sore Karangrandu, Kecamatan Pecangaan. Pasar yang akrab disebut PSK oleh warga sekitar ini berlokasi di jalur utama Pecangaan–Karangrandu KM 2. Setiap sore, pasar ini menjelma menjadi magnet bagi masyarakat lokal hingga pengunjung dari luar daerah yang ingin berburu jajanan tradisional.
Pasar Sore Karangrandu buka setiap hari mulai pukul 14.00 hingga 18.00 WIB. Dalam rentang waktu yang singkat itu, puluhan pedagang menyajikan aneka makanan dan minuman tradisional yang kian sulit ditemui di tempat lain.
Beragam jajanan khas Jepara tersaji lengkap yakni:
1. gethuk lindri,
2. gethuk kicak,
3. cetot,
4. hoyog-hoyog,
5. klepon ketan,
6. bubur delima,
7. endok gluduk,
8. nogo sari,
9. horog-horog,
10. janganan,
11. cemedeng,
12. pecel rumput laut.
Tak kalah menggugah selera, deretan minuman tradisional yang mudah ditemukan yaitu
1. es cendol,
2. es gempol pleret,
3. wedang roti,
4. wedang ronde,
5. wedang blung,
6. es kacang hijau,
7. es ketan ireng.
Lengkapnya pilihan jajanan inilah yang menjadikan Pasar Sore Karangrandu sebagai destinasi favorit menghabiskan waktu sore. Harga yang terjangkau dan cita rasa autentik membuat pengunjung betah berlama-lama.
“Di sini saya bisa beli macam-macam jajan dengan harga murah, rasanya juga masih asli. Sekalian ikut melestarikan makanan tradisional Jepara,” ujar Rizky (22), salah satu pengunjung pasar, Sabtu (3/1/2026).
Setiap sore, area parkir Pasar Sore Karangrandu hampir selalu penuh oleh kendaraan roda dua dan roda empat. Bangku-bangku yang disediakan di depan lapak pedagang pun terisi pengunjung yang memilih menikmati jajanan langsung di tempat. Bahkan, tidak sedikit pedagang yang menjual lebih dari satu jenis jajanan, sehingga pembeli cukup duduk di satu lapak untuk mencicipi berbagai menu.
Saat bulan Ramadhan tiba, suasana pasar semakin semarak. Pasar Sore Karangrandu kerap menjadi tujuan utama ngabuburit dan berburu takjil, dengan tingkat keramaian yang jauh meningkat dibanding hari biasa.
Menurut penuturan salah satu pedagang gethuk, Marni (45), pasar ini telah mengalami perubahan besar. “Dulu yang jualan jajan tradisional belum sebanyak sekarang. Awalnya lebih banyak sembako, tapi lama-lama jajanan tradisional mendominasi,” katanya.
Hal senada disampaikan petugas parkir setempat. Ia menjelaskan bahwa Pasar Sore Karangrandu awalnya merupakan pasar biasa. Namun beberapa tahun lalu, saat Ramadhan, para pedagang mulai menjual jajanan dan minuman tradisional untuk menu berbuka puasa. Sejak saat itu, konsep pasar jajanan tradisional terus bertahan hingga kini.
Dengan konsep sederhana, harga terjangkau, dan pilihan menu yang lengkap, Pasar Sore Karangrandu kini menjadi salah satu ikon kuliner Jepara. Bagi siapa pun yang ingin mengenal Jepara lebih dekat, pasar sore ini bukan sekadar tempat jajan, melainkan ruang hidup bagi tradisi rasa yang terus dijaga.
***
Tim Redaksi.