Notification

×

Iklan

Iklan

Polwan Cantik Turun ke Dapur Umum, Polres Jepara Kerahkan Kekuatan Penuh Tangani Longsor dan Banjir

Minggu, 11 Januari 2026 | 22.03 WIB Last Updated 2026-01-11T15:05:24Z
Foto, salah satu polwan cantik dari Polres Jepara mempersiapkan kebutuhan operasional dapur umum bagi warga terdampak bencana alam banjir dan tanah longsor di wilayah kabupaten Jepara.


Queensha.id - Jepara,


Kepolisian Resor (Polres) Jepara, Polda Jawa Tengah, mengerahkan personel secara penuh dalam penanganan bencana longsor dan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jepara.


Tidak hanya fokus pada evakuasi, Polres Jepara juga menerjunkan polisi wanita (Polwan) untuk membantu operasional dapur umum bagi warga terdampak.


Sejumlah Polwan ditugaskan di dapur umum yang melayani kebutuhan makanan siap santap bagi korban bencana, khususnya di wilayah Desa Tempur, Kecamatan Keling, Desa Sumberejo, Kecamatan Donorojo, serta beberapa daerah lain yang terdampak bencana serupa.


Selain dapur umum, Polres Jepara juga menurunkan personel Pleton Siaga Bhayangkara Pasukan Siaga Bencana untuk melakukan evakuasi warga, pengamanan lokasi, serta membantu penanganan darurat di lapangan.


Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso melalui Kasihumas AKP Dwi Prayitna mengatakan, dalam penanganan bencana alam ini pihaknya mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki, baik personel maupun sarana pendukung.


“Kami mengerahkan seluruh kemampuan yang ada, tidak hanya untuk evakuasi, tetapi juga untuk penyiapan personel di posko pengungsian dan dapur umum. Kami pastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi, karena itu kami libatkan juga personel Polwan,” ujar AKP Dwi, Minggu (11/1/2026).


AKP Dwi menjelaskan, para Polwan berperan aktif mulai dari memasak hingga membagikan makanan kepada warga yang mengungsi. Kehadiran mereka diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan pascabencana.


Ia menegaskan, kehadiran Polri di tengah bencana merupakan wujud nyata tanggung jawab negara dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat.


“Kami hadir bukan hanya untuk menjaga kamtibmas, tetapi juga memastikan warga bisa kembali beraktivitas dengan aman setelah bencana,” tegasnya.


Seperti diketahui, akses menuju Desa Tempur terputus akibat longsor. Untuk mengantisipasi dampak lanjutan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara mendirikan dapur umum dan posko terpadu di Desa Damarwulan.


Posko tersebut menjadi pusat logistik, distribusi makanan, serta kendali respons darurat bagi dua wilayah terdampak sekaligus, yakni Desa Tempur dan Sumberejo.


Dari posko Damarwulan, petugas mendistribusikan sedikitnya 100 bungkus makanan siap santap untuk setiap kali makan ke masing-masing lokasi terdampak. 


Selain itu, satu unit truk tangki air juga disiagakan di Desa Sumberejo untuk membantu pembersihan lumpur pascabanjir.


Upaya terpadu lintas instansi ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi warga serta meminimalkan dampak lanjutan dari bencana alam yang melanda wilayah Jepara.


***
Humas - Tim Redaksi.