Notification

×

Iklan

Iklan

Raja yang Mengaku Tuhan: Namrud Tumbang oleh Seekor Nyamuk

Minggu, 04 Januari 2026 | 18.49 WIB Last Updated 2026-01-04T11:49:59Z
Foto, ilustrasi. Seorang Raja Namrud.



Queensha.id - Edukasi Islam,


Kekuasaan kerap membuat manusia lupa batas. Dalam sejarah keimanan, nama Namrud bin Kan‘an tercatat sebagai simbol kesombongan ekstrem seorang raja besar pasca Nabi Nuh عليه السلام yang bukan hanya berkuasa atas manusia, tetapi juga menantang Tuhan.


Namrud menguasai wilayah luas Mesopotamia dengan pasukan raksasa, kekayaan melimpah, dan kekuasaan absolut. Namun, kejayaan itu justru melahirkan klaim paling berbahaya: ia mengaku sebagai tuhan. Rakyat dipaksa menyembahnya. Penentang dihukum mati tanpa ampun.


Mendebat Tuhan dengan Kekuasaan

Kesombongan Namrud diabadikan dalam Al-Qur’an saat ia berdebat dengan Nabi Ibrahim عليه السلام.

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya, karena Allah telah memberinya kerajaan?”
(QS. Al-Baqarah: 258)


Ketika Nabi Ibrahim menegaskan bahwa Allah adalah Zat yang menghidupkan dan mematikan, Namrud menjawab dengan logika kekuasaan yaitu ia membunuh satu tawanan dan membebaskan yang lain, lalu mengklaim telah melakukan hal yang sama. Namun itu bukan hakikat kehidupan melainkan manipulasi kuasa.


Argumen yang Membungkam Raja

Nabi Ibrahim tidak larut dalam perdebatan semu. Ia mengajukan tantangan sederhana namun mutlak yaitu:

“Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat.”

Al-Qur’an mencatat satu kalimat tegas:
“Maka terdiamlah orang kafir itu.”
(QS. Al-Baqarah: 258)


Kebenaran membuat Namrud tak mampu berkata apa-apa. Tapi kesombongan tidak runtuh ia justru berubah menjadi kebengisan.


Api yang Tak Membakar

Murkah oleh dakwah tauhid Nabi Ibrahim, Namrud memerintahkan pembuatan api raksasa. Kayu ditimbun berhari-hari, api dinyalakan hingga langit menghitam. Nabi Ibrahim diikat dan dilemparkan dengan ketapel besar. Namun kehendak Tuhan melampaui logika manusia.


“Wahai api, jadilah engkau dingin dan keselamatan bagi Ibrahim.”
(QS. Al-Anbiya: 69)


Api tunduk. Ibrahim selamat. Namrud kian tenggelam dalam kegilaan kekuasaan.


Azab dari Makhluk Paling Kecil

Allah tidak langsung menghancurkan Namrud. Hingga suatu saat, datanglah azab yang tak masuk akal menurut ukuran kekuasaan dunia yaitu seekor nyamuk.


Dalam riwayat para ulama disebutkan, nyamuk itu masuk ke hidung Namrud, menembus hingga ke otaknya. Rasa sakitnya luar biasa. Kepalanya dipukul dengan palu hanya untuk meredakan nyeri sesaat. Siksaan itu berlangsung lama hingga akhirnya ia mati dalam kehinaan.
Raja yang mengaku tuhan takluk oleh makhluk paling kecil.


Pesan Abadi tentang Kesombongan
Allah ﷻ berfirman:

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.”
(QS. An-Nahl: 23)


Rasulullah ﷺ juga mengingatkan:

“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walau sebesar biji sawi.”
(HR. Muslim)


Namrud memiliki segalanya yaitu kerajaan, pasukan, istana, dan kuasa. Namun ia kehilangan iman. Dan dari kehancurannya, Allah menunjukkan pelajaran lintas zaman: untuk meruntuhkan kesombongan, Tuhan tak selalu membutuhkan gempa atau petir namun seekor nyamuk pun cukup.
Wallāhu a‘lam bish-shawāb.


***
Tim Redaksi.