| Foto, souvenir yang diberikan ke pengantin baru di Jepara, dikutip dari unggahan akun Tiktok @Shielmakeup. |
Layaknya pesta pernikahan pada umumnya, para tamu biasanya pulang membawa suvenir berupa barang, makanan, atau kerajinan tangan. Namun sebuah pernikahan di Jepara, Jawa Tengah, justru menghadirkan konsep yang jauh dari kebiasaan dan langsung menyita perhatian publik.
Pasangan pengantin Nana dan Rama memberikan suvenir yang tak lazim: seekor anak ayam hidup dengan bulu diwarnai kuning cerah. Bukan cangkir, bukan lilin aromaterapi, melainkan makhluk hidup yang dibawa pulang oleh para tamu undangan.
Momen tak biasa itu terekam dalam video yang diunggah akun TikTok @shielmakeup dan dengan cepat menjadi viral. Dalam video terlihat anak-anak ayam dikemas rapi dalam kotak kardus kecil berwarna cokelat, dilengkapi jendela mika transparan. Pada bagian depan kotak tertempel stiker bertuliskan “The Wedding of Nana & Rama” lengkap dengan tanggal acara, 26 Oktober 2025.
Pilihan suvenir tersebut sontak menuai perhatian luas. Sebagian warganet menilai konsep itu unik dan menggemaskan, namun tak sedikit pula yang melontarkan kritik tajam karena melibatkan makhluk hidup yang membutuhkan perawatan khusus.
“Kalau boleh jujur, nggak banget. Ayam warna itu nggak gampang dipelihara, ujung-ujungnya mati,” tulis akun @Har*.
“Kasian… nggak lucu. Itu makhluk hidup, bukan mainan,” komentar @Yas*.
“Dia punya nyawa, dikurung berjam-jam tanpa makan dan minum,” tulis akun @Hem*.
“No ya, nggak semua orang suka ayam dan bisa merawat. Itu makhluk hidup,” tulis akun @cut*.
Perdebatan pun menguat, terutama terkait isu kesejahteraan hewan dan kesiapan tamu dalam merawat suvenir yang tidak biasa tersebut.
Menanggapi polemik, Shielma, perias pengantin sekaligus pengunggah video, menjelaskan bahwa ide tersebut muncul dari keinginan pengantin agar pernikahan mereka terasa lebih berkesan.
“Biar unik dan beda dari yang lainnya,” ujar Shielma, dikutip dari Wolipop.
Ia menegaskan bahwa anak ayam bukan satu-satunya pilihan suvenir yang disediakan.
Menurutnya, pengantin juga menyiapkan alternatif lain bagi tamu yang tidak ingin membawa pulang ayam.
“Pengantin membeli 100 anak ayam, dompet, mangkuk, dan lain-lain. Jadi ayam itu hanya opsi. Kalau tidak ingin ambil ayam, ada suvenir lainnya,” jelasnya.
Shielma juga mengaku tak menyangka antusiasme tamu begitu tinggi. “Lucu, dan sudah nggak kebagian karena ayam 100 ekor ludes dalam sekejap,” katanya.
Meski dianggap kreatif dan berbeda, fenomena ini memantik diskusi lebih luas tentang batas antara keunikan konsep pernikahan dan tanggung jawab terhadap makhluk hidup. Souvenir anak ayam mungkin meninggalkan kesan mendalam, namun juga membuka pertanyaan etis: apakah semua yang unik selalu layak dijadikan kenang-kenangan?
***
Tim Redaksi.