Notification

×

Iklan

Iklan

Tak Selalu Lantang dan Dominan: 7 Tanda Kecerdasan Emosional Tinggi yang Kerap Tak Disadari

Selasa, 06 Januari 2026 | 12.45 WIB Last Updated 2026-01-06T05:48:53Z
Foto, ilustrasi.



Queensha.id - Edukasi Sosial,


Kecerdasan emosional kerap disalahartikan sebagai kemampuan berbicara meyakinkan atau tampil dominan di hadapan orang lain. Padahal, menurut psikolog, kecerdasan emosional justru lebih sering hadir dalam sikap tenang, empati, dan cara seseorang mengelola emosi sehari-hari tanpa perlu banyak sorotan.

Disarikan dari laporan Business Insider dan Good Magazine, para ahli menilai orang dengan kecerdasan emosional tinggi sering kali tidak menyadari keunggulan tersebut, karena perilaku mereka terasa alami, tidak dibuat-buat, dan cenderung reflektif.



Berikut tujuh ciri utama orang dengan kecerdasan emosional tinggi yang kerap luput disadari.


1. Tegas Mengungkapkan Perasaan Tanpa Menyakiti

Individu dengan kecerdasan emosional tinggi mampu menyampaikan pendapat, kebutuhan, atau ketidaksetujuan secara jelas tanpa agresi maupun memendam emosi. Psikolog sekaligus penulis Kate Dow, PhD, menyebut komunikasi asertif sebagai tanda seseorang memahami emosinya dan mampu menyalurkannya secara sehat baik dalam hubungan personal maupun profesional.


2. Empati yang Kuat dan Tulus

Empati bukan sekadar mendengar, melainkan hadir secara emosional. Jennifer Weniger, PhD, psikolog klinis, menjelaskan bahwa empati memungkinkan seseorang merespons perasaan orang lain tanpa menghakimi, sehingga hubungan yang terbangun lebih dalam dan bermakna.


3. Sadar Diri dan Mau Mengevaluasi Sikap

Kesadaran diri (self-awareness) menjadi fondasi kecerdasan emosional. Kari Knutson, konselor dan pembicara profesional, menilai kemampuan mengenali reaksi emosi (terutama saat konflik (membantu seseorang memahami dampak sikapnya terhadap orang lain.


4. Lebih Banyak Mendengar daripada Berbicara

Alih-alih mendominasi percakapan, orang dengan kecerdasan emosional tinggi memberi ruang bagi orang lain. Konselor kesehatan mental Erin Parisi, LMHC, menyebut kebiasaan bertanya terbuka dan mendengarkan aktif sebagai tanda kemampuan mengelola ego dan emosi.


5. Jujur terhadap Perasaan Sendiri

Kejujuran emosional tidak identik dengan meluapkan emosi berlebihan. Parisi menjelaskan, individu dengan kecerdasan emosional tinggi mampu menyampaikan perasaan apa adanya tanpa sikap pasif-agresif atau berpura-pura baik-baik saja.


6. Mampu Mengatur Emosi agar Masalah Tak Merusak Segalanya

Satu kejadian buruk tidak serta-merta menghancurkan keseluruhan hari. Knutson menyebut kemampuan “menutup satu momen dan membuka momen baru” sebagai bentuk regulasi emosi yang matang dan sehat.


7. Fleksibel dan Terbuka terhadap Perubahan

Kecerdasan emosional juga tercermin dari kemampuan beradaptasi. Psikolog dalam laporan Good Magazine menilai keterbukaan terhadap perubahan berkaitan erat dengan refleksi diri dan pengelolaan emosi yang baik.


Bukan Bakat Semata, Tapi Keterampilan yang Bisa Dilatih

Para ahli sepakat, kecerdasan emosional bukanlah kemampuan bawaan semata. Setiap orang memiliki potensi yang sama, perbedaannya terletak pada kesediaan untuk melatih empati, kesadaran diri, dan regulasi emosi.


“Setiap orang terlahir dengan potensi kecerdasan emosional. Perbedaannya adalah bagaimana kita melatih dan menggunakannya,” ujar Kari Knutson, dikutip dari Business Insider.


Di tengah relasi sosial yang kompleks dan tekanan hidup modern, kecerdasan emosional menjadi bekal penting dan bukan hanya untuk sukses, tetapi juga untuk menjalani hidup dengan lebih sehat, seimbang, dan manusiawi.


***
Tim Redaksi.