| Foto, tempat wisata Telaga Sejuta Akar di Jalan Raya PLTU, Area Sawah, Bondo, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara. |
Queensha.id — Jepara,
Di balik rimbunnya pepohonan Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, tersembunyi sebuah telaga alami yang memikat mata sekaligus menenangkan batin. Warga menyebutnya Telaga Sejuta Akar, sebuah permata alam yang belum banyak tersentuh hiruk-pikuk pariwisata massal.
Telaga ini dikelilingi akar-akar tua yang menjalar dan memeluk tanah, seolah menjadi penyangga alami kehidupan di sekitarnya. Akar-akar tersebut bukan sekadar pemandangan unik, tetapi juga simbol keseimbangan dan kesetiaan alam dalam menjaga sumber air yang jernih dan lestari.
Keindahan yang Menenangkan, Bukan Sekadar Indah Dipandang
Air Telaga Sejuta Akar tampak bening, memantulkan bayangan pepohonan di sekelilingnya. Suasana hening, udara sejuk, dan cahaya matahari yang menyelinap di sela dedaunan menjadikan tempat ini ruang pelarian alami bagi siapa saja yang lelah dengan rutinitas.
Berbeda dengan destinasi wisata buatan, telaga ini menawarkan keindahan yang apa adanya. Tidak ada suara mesin, tidak ada gemerlap lampu, hanya desir angin, gemericik air, dan alam yang berbicara pelan.
Warga: Telaga Ini Warisan, Bukan Sekadar Wisata
Bagi warga sekitar, Telaga Sejuta Akar bukan hanya objek wisata, tetapi bagian dari kehidupan.
“Telaga ini sudah ada sejak lama. Dari dulu airnya dimanfaatkan untuk kebutuhan warga dan pengairan. Kami menjaga supaya tetap bersih dan tidak rusak,” ujar Sutrisno, warga Desa Bondo.
Ia berharap, meningkatnya kunjungan wisatawan tidak mengubah jati diri telaga tersebut.
“Kalau mau datang silakan, tapi tetap jaga sopan santun dan kebersihan. Jangan sampai rusak karena ulah manusia,” katanya.
Warga lainnya menilai telaga ini sebagai pengingat hubungan manusia dengan alam yang harus dijaga dengan rasa hormat, bukan dieksploitasi.
Pengunjung: Seperti Masuk Dunia yang Berbeda
Bagi para pengunjung, Telaga Sejuta Akar menghadirkan pengalaman yang berbeda dari wisata pada umumnya.
“Rasanya seperti masuk ke dunia lain. Tenang, adem, dan benar-benar bikin pikiran segar,” kata Rina, pengunjung asal Jepara kota.
Ia mengaku terkesan dengan akar-akar besar yang menjalar di sekitar telaga. “Unik sekali, jarang ada telaga seperti ini. Semoga tetap alami dan tidak dijadikan wisata yang terlalu ramai,” ujarnya, Selasa (20/1/2026).
Pengunjung lain menyebut Telaga Sejuta Akar sebagai tempat refleksi, bukan sekadar lokasi berfoto. Banyak yang datang untuk duduk diam, menikmati suasana, dan meresapi kedamaian.
Menjaga Alam, Menjaga Kehidupan
Telaga Sejuta Akar menjadi bukti bahwa Jepara tidak hanya kaya budaya dan ukiran, tetapi juga menyimpan keindahan alam yang halus dan berkarakter.
Kejernihan air dan kekokohan akar-akar tua seolah mengajarkan satu hal penting: kehidupan akan terus mengalir jika keseimbangan dijaga.
Ajakan pun mengemuka, baik dari warga maupun pengunjung, agar siapa pun yang datang tidak meninggalkan jejak kerusakan. Karena mencintai alam bukan hanya menikmati keindahannya, tetapi bertanggung jawab untuk menjaganya.
***
Wartawan: Yuda AA.
Tim Redaksi.