Notification

×

Iklan

Iklan

Terlalu Cantik untuk Nyata, Waspada Jebakan Akun Wanita Palsu dan Tautan Maut di Facebook

Sabtu, 10 Januari 2026 | 16.33 WIB Last Updated 2026-01-10T09:34:27Z
Foto, ilustrasi seorang perempuan muda cantik. Yang biasanya digunakan di media sosial, Facebook.


Queensha.id - Edukasi Sosial,


Facebook kembali menjadi ladang empuk bagi penipu digital. Jika Anda pernah menerima permintaan pertemanan dari akun wanita tak dikenal yaitu dengan foto sensual, profil tampak sempurna, dan sikap terlalu ramah sejak awal—besar kemungkinan itu bukan kebetulan, melainkan jebakan.


Fenomena akun palsu di Facebook bukan hal baru, namun modusnya kian halus dan agresif. Umumnya, pelaku menggunakan foto perempuan menarik dengan pakaian minim, lalu langsung menunjukkan ketertarikan tanpa pernah berinteraksi sebelumnya. Ini adalah pola klasik penipuan hubungan digital yang menargetkan emosi dan rasa penasaran korban.


Setelah pertemanan diterima, komunikasi biasanya dilanjutkan lewat Facebook Messenger. Di sinilah pelaku mulai membangun kepercayaan, menggiring obrolan ke arah personal, hingga akhirnya mencari celah untuk menipu—baik secara emosional maupun finansial.


Ada satu cara sederhana untuk menguji keaslian akun semacam ini: ajukan panggilan video. Jika lawan bicara terus menghindar dengan seribu alasan mulai dari kamera rusak, sinyal buruk, atau sedang tidak memungkinkan itu alarm bahaya. Akun tersebut hampir pasti tidak dikelola oleh sosok yang ada di foto profil.


Tak hanya akun palsu, modus lain yang juga marak adalah penyebaran tautan video palsu. Pesan-pesan provokatif kerap digunakan untuk memancing rasa takut atau penasaran, seperti:


“OMG, kamu lihat siapa yang meninggal? Kamu pasti kenal…”

“Ini kamu di video ini? Astaga!”

“Pasangan ini tertangkap kamera saat di dermaga, kamu harus lihat…”

Pesan semacam ini biasanya disertai tautan yang tampak seperti video. 


Namun begitu diklik, Anda justru diarahkan ke halaman login palsu yang menyerupai tampilan Facebook. Di sinilah jebakan phishing bekerja dari begitu Anda memasukkan email dan kata sandi, akun Anda langsung dikuasai pelaku.


Perlu diingat, jika Anda sudah masuk ke Facebook, platform tidak akan meminta login ulang hanya untuk menonton video. Selalu periksa alamat URL halaman. Jika bukan berasal dari domain resmi facebook.com, segera tutup halaman tersebut.


Jika tautan mencurigakan dikirim oleh teman yang Anda kenal, jangan langsung percaya. Bisa jadi akun mereka telah diretas. Hubungi teman tersebut melalui jalur lain yaitu WhatsApp, SMS, atau telepon—dan sarankan agar segera mengganti kata sandi serta mengamankan akunnya.


Jadi, di balik layar ponsel yang tampak aman, dunia maya menyimpan banyak jebakan. Jangan mudah tergoda oleh wajah cantik yang tak dikenal atau judul video yang mengagetkan. Kewaspadaan adalah kunci. Periksa identitas, cek tautan, dan jangan pernah menyerahkan data pribadi sembarangan. Sekali lengah, akun Anda bisa hilang dalam hitungan detik.


***