Notification

×

Iklan

Iklan

Alarm KLB Leptospirosis di Jepara: 14 Kasus, 3 Meninggal, Pemkab Terbitkan Surat Edaran Darurat

Kamis, 12 Februari 2026 | 09.02 WIB Last Updated 2026-02-12T02:04:45Z
Foto, sampah dan tikus yang menimbulkan penyakit menular (Leptospirosis).




Pemerintah Kabupaten Jepara meningkatkan kewaspadaan setelah lonjakan kasus leptospirosis, penyakit menular yang ditularkan melalui bakteri Leptospira dari urin tikus. Ancaman kejadian luar biasa (KLB) kini diantisipasi dengan langkah cepat lintas sektor.


Melalui Sekretaris Daerah Jepara, Ary Bachtiar, Pemkab menerbitkan surat edaran kewaspadaan terhadap potensi KLB leptospirosis. Edaran tersebut ditujukan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), camat, puskesmas, hingga Balai Kekarantinaan Kementerian Kesehatan guna memperkuat kesiapsiagaan bersama.


Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis akut yang dapat memicu wabah dan memiliki risiko kematian. Data terbaru di Jepara mencatat 14 kasus yang dirawat di tiga rumah sakit, dengan tiga pasien di antaranya meninggal dunia.


Penularan penyakit ini umumnya terjadi melalui tikus, baik secara langsung melalui luka pada kulit dan selaput lendir, maupun secara tidak langsung lewat air, tanah, lumpur, makanan, atau lingkungan yang terkontaminasi.


Kondisi lingkungan lembap, banjir, area persawahan, serta permukiman dengan populasi tikus tinggi menjadi faktor yang mempercepat penyebaran. Cuaca ekstrem dan banjir di sejumlah wilayah Jepara juga dinilai meningkatkan risiko penularan, sehingga kewaspadaan masyarakat diminta ditingkatkan.


Pemkab Jepara menginstruksikan penguatan surveilans, pengendalian faktor risiko, serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat. Dinas Kesehatan Jepara turut menggencarkan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, serta pengendalian populasi tikus.


Masyarakat juga diimbau menggunakan alas kaki pelindung saat beraktivitas di area berair atau berlumpur untuk mencegah paparan bakteri.


Warga yang mengalami gejala seperti demam, nyeri otot, mata merah, atau keluhan lain yang mengarah pada leptospirosis diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.


***
Sumber: SM.
Tim Redaksi.