Notification

×

Iklan

Iklan

Beda Awal, Satu Tujuan: Warga Jepara Sambut Ramadan 1447 H dengan Semangat Persatuan

Rabu, 18 Februari 2026 | 08.56 WIB Last Updated 2026-02-18T01:57:33Z
Foto, tangkap layar dari himbauan dan informasi tentang perbedaan awal puasa Ramadan 2026.


Queensha.id — Jepara,


Redaksi portal media online Queensha.id mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa hari pertama kepada umat Islam dari kalangan Muhammadiyah yang mulai berpuasa pada Rabu, 18 Februari 2026. Sementara itu, umat Islam dari kalangan Nahdlatul Ulama dijadwalkan memulai puasa pada Kamis, 19 Februari 2026.


Perbedaan penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah kembali terjadi tahun ini. Namun, di tengah perbedaan tersebut, masyarakat Jepara menunjukkan kedewasaan dan semangat persatuan. Bagi warga, perbedaan metode penentuan awal puasa bukanlah alasan untuk terpecah.


“Kita warga Jepara ikut puasa besok saja. Meskipun beda hari, tapi tidak apa-apa. Yang penting Islam tetap bersatu,” ujar Edi Setiawan, warga Jepara kota, Rabu (18/2/2026).


Pernyataan tersebut mencerminkan sikap mayoritas masyarakat yang menempatkan ukhuwah atau persaudaraan di atas perbedaan teknis penetapan kalender. Ramadan dipandang sebagai momentum mempererat silaturahmi, memperbanyak ibadah, dan memperkuat kepedulian sosial.


Perbedaan Awal Puasa: Hal Lumrah dalam Fikih

Perbedaan awal Ramadan di Indonesia bukan hal baru. Secara fikih, terdapat perbedaan metode dalam menentukan awal bulan hijriah, yakni melalui rukyatul hilal (pengamatan bulan) dan hisab (perhitungan astronomi). Kedua metode memiliki dasar keilmuan dan rujukan ulama masing-masing.


Para tokoh agama berulang kali menegaskan bahwa perbedaan tersebut merupakan khazanah dalam Islam yang seharusnya disikapi dengan saling menghormati. Ramadan tetap menjadi ruang ibadah bersama, meski dimulai di hari yang berbeda.


Ramadan 1447 H: Momentum Menyatukan Hati

Bagi masyarakat Jepara, Ramadan bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga momentum memperbaiki diri. Tradisi sahur bersama, tadarus di masjid, hingga berbagi takjil menjadi bagian dari kehidupan sosial yang menguatkan kebersamaan.


Edi juga membagikan tips sederhana agar kuat menjalani puasa, terutama bagi yang baru memulai.


“Saya bagi tips agar kuat puasa, salah satunya nanti pas sahur minum madu asli. Insyaallah kuat puasanya,” imbuhnya.


Tips Agar Kuat Menjalani Puasa

Agar ibadah puasa berjalan lancar dan tubuh tetap bugar, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan masyarakat:

1. Sahur dengan gizi seimbang.

2. Konsumsi karbohidrat kompleks (nasi merah, roti gandum), protein, sayur, dan buah agar energi bertahan lebih lama.

3. Minum cukup air.

4. Penuhi kebutuhan cairan sejak berbuka hingga sahur untuk mencegah dehidrasi.

5. Tambahkan madu atau kurma karena membantu menjaga stamina karena mengandung gula alami yang mudah diserap tubuh.

6. Hindari makanan terlalu asin dan berminyak karena makanan tersebut bisa membuat cepat haus dan lemas saat siang hari.

7. Istirahat cukup.

8. Atur waktu tidur agar tubuh tidak kelelahan, terutama di hari-hari awal puasa.


Perbanyak niat dan ibadah

Kekuatan puasa bukan hanya fisik, tetapi juga mental dan spiritual. Niat yang kuat akan membantu menahan lapar dan haus.
Perbedaan awal Ramadan tahun ini menjadi pengingat bahwa keberagaman dalam praktik ibadah adalah bagian dari dinamika umat. Yang terpenting, semangat persatuan, toleransi, dan saling menghormati tetap terjaga.


Ramadan 1447 Hijriah pun diharapkan menjadi bulan penuh berkah bagi seluruh umat Islam, tanpa memandang perbedaan hari mulai. Sebab pada akhirnya, tujuan puasa sama: menahan diri, membersihkan hati, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

***
Tim Redaksi.