Notification

×

Iklan

Iklan

Dari Panggung Model ke Baratan Jepara: Khubaila Oktavia, Ratu Kalinyamat 2026 yang Memikat Ribuan Warga

Rabu, 11 Februari 2026 | 01.53 WIB Last Updated 2026-02-10T18:55:21Z

Queensha.id – Jepara,


Sorak ribuan pengunjung pecah di depan kompleks Masjid Al-Makmur, Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara, Minggu (8/2/2026) malam. Semua mata tertuju pada satu sosok berbusana merah mawar dengan riasan bak bangsawan. Dialah Khubaila Dwi Oktavia, model muda asal Jepara yang terpilih memerankan Ratu Kalinyamat dalam gelaran Baratan 2026.


Perempuan 20 tahun yang akrab disapa Bella itu tampil anggun dengan jamang atau mahkota serta untaian melati yang menjuntai. Kemunculannya dari dalam gedung disambut gemuruh penonton. Kamera warga berkilat, mengabadikan setiap langkah sang “Ratu” yang berjalan diiringi dayang, penari, dan prajurit.


Prosesi tersebut merupakan bagian dari Pekan Budaya Kriyan, khususnya kirab Grebeg Kutho Bedah, yang menjadi puncak perayaan Baratan tahunan di Desa Kriyan. Di momen inilah Khubaila tampil sebagai figur Ratu Kalinyamat, tokoh perempuan legendaris Jepara yang dikenal tangguh dan berani melawan Portugis pada masa lalu.


Model Muda Asal Bandengan

Khubaila Dwi Oktavia merupakan model asal Desa Bandengan, Kecamatan Jepara Kota, Kabupaten Jepara. Ia berusia 20 tahun, lulusan Madrasah Aliyah Mlonggo, dengan tinggi badan 170 sentimeter dan berat 51 kilogram.


Sejak remaja, Bella aktif mengikuti berbagai ajang modeling di Jepara hingga Semarang. Ia kerap mendapatkan pekerjaan sebagai model photoshoot, katalog, runway, hingga fashion show. Wajahnya sudah cukup dikenal di kalangan dunia modeling lokal.


Namun di panggung Baratan 2026, Bella tak hanya tampil sebagai model. Ia memerankan sosok bersejarah yang sarat makna budaya dan religi bagi masyarakat Jepara.


Seleksi Ketat, Bukan Sekadar Cantik

Bella mengungkapkan, proses terpilihnya sebagai pemeran Ratu Kalinyamat tidaklah instan. Ia harus melewati dua tahap seleksi ketat yang dimulai sejak 9 Januari 2026.


“Awalnya ikut seleksi, habis itu ada pengumuman terpilih, tapi belum sepenuhnya jadi ratu. Setelah itu dikumpulkan lagi dan ada seleksi lanjutan,” ujarnya.


Dari hampir 40 kandidat, peserta disaring melalui berbagai tahapan: tes tertulis tentang sejarah Ratu Kalinyamat dan peninggalannya, uji membaca Al-Qur’an, kemampuan menari, hingga cara berjalan. Setelah melalui proses tersebut, Bella akhirnya terpilih menjadi pemeran utama dalam prosesi Baratan tahun ini.


Memimpin Kirab dan Orasi

Dalam prosesi kirab, Khubaila sebagai Ratu Kalinyamat menerima pusaka Keris Wulan Tumanggal dan Tongkat Kiai Cokro, simbol sejarah era Demak-Kalinyamat Islam awal. Ia kemudian memimpin prosesi dan menyampaikan orasi yang menggambarkan semangat perjuangan melawan penjajah Portugis.


Seluruh rangkaian dijalani dengan khidmat. Tatapan tegas dan gestur anggun Bella membuat suasana terasa seperti kembali ke era kerajaan. Ribuan warga yang memadati lokasi tampak terpukau, bahkan ikut mendongak saat sang Ratu naik ke panggung.


Tak hanya cantik, penampilannya dinilai mencerminkan karakter Ratu Kalinyamat yang kuat dan berprinsip. Kehadirannya membawa warna baru dalam perayaan Baratan 2026, sekaligus menunjukkan regenerasi generasi muda dalam menjaga tradisi budaya Jepara.


Simbol Generasi Muda Jepara

Kehadiran Khubaila Dwi Oktavia sebagai Ratu Kalinyamat 2026 menjadi bukti bahwa generasi muda Jepara terus mengambil peran dalam pelestarian tradisi. Dari panggung modeling ke panggung budaya, Bella berhasil memadukan pesona modern dengan nilai sejarah lokal.


Baratan Kriyan 2026 pun bukan sekadar pesta rakyat. Melalui sosok Ratu Kalinyamat yang diperankan Bella, perayaan ini menjadi pengingat akan kejayaan masa lalu sekaligus semangat perempuan Jepara masa kini yang berani tampil, berkarya, dan menjaga warisan budaya.


***
Tim Redaksi.