Notification

×

Iklan

Iklan

Foto Lawas Musisi Legendaris Viral, Pay Burman Kenang Momen Liburan ke Amerika Bersama KLa Project dan Andy Liany

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16.01 WIB Last Updated 2026-02-28T09:03:00Z
Foto, (kenangan: Pay, Lilo dan Adi Kla Project)



Queensha.id — Musik,


Sebuah foto kenangan para musisi rock dan pop Indonesia era 90-an kembali mencuri perhatian publik setelah diunggah akun Facebook Eric Allen pada Sabtu (28/2/2026).


Dalam unggahan tersebut terlihat momen kebersamaan sejumlah nama besar musik Indonesia saat melakukan perjalanan ke Amerika Serikat pada tahun 1993.


Eric Allen menuliskan keterangan:
“Foto kenangan Pay bareng Lilo dan Adi KLa Project sewaktu jalan-jalan ke Amrik bareng alm. Andy Liany. Liburan ini adalah hadiah trip dari BASF Award tahun 1993.”
Unggahan tersebut langsung membangkitkan nostalgia penggemar musik Indonesia, terutama generasi yang tumbuh di era kejayaan musik rock dan pop kreatif Tanah Air.


Pertemuan Ikon Musik Era 90-an

Foto itu memperlihatkan kebersamaan gitaris legendaris Pay Burman bersama dua personel grup musik KLa Project yakni Romulo Radjadin dan Adi Adrian.


Turut disebut dalam keterangan unggahan adalah almarhum Andy Liany, vokalis rock yang dikenal sebagai salah satu ikon musik keras Indonesia pada masanya.
Perjalanan tersebut merupakan hadiah perjalanan dari ajang penghargaan musik BASF Award 1993, sebuah penghargaan musik prestisius sebelum era AMI Awards dikenal luas.


Pay Burman: Dari Slank hingga BIP

Nama Pay Burman bukan sosok asing dalam sejarah musik Indonesia. Musisi bernama asli Parlin Burman Siburian ini dikenal sebagai mantan gitaris band legendaris Slank formasi ke-13.


Setelah berpisah dari Slank, ia membentuk band rock alternatif BIP yang melahirkan sejumlah album penting seperti Turun Dari Langit (2001), Min Plus (2002), hingga Udara Segar (2004).


Selain sebagai gitaris, Pay juga dikenal sebagai produser musik, aransir, pencipta lagu, serta mentor bagi banyak musisi lintas generasi.


KLa Project dan Era Musik Elegan Indonesia

Sementara itu, Lilo dan Adi Adrian merupakan motor kreatif di balik kesuksesan KLa Project, band yang dikenal menghadirkan warna musik pop progresif dan puitis sejak berdiri pada 1988.


KLa Project menjadi simbol musik intelektual Indonesia dengan lagu-lagu bertema cinta, sosial, hingga refleksi kehidupan yang kuat secara musikal maupun lirik.


Kolaborasi dan pertemuan para musisi dalam foto tersebut menunjukkan eratnya hubungan antar pelaku musik Indonesia di masa keemasan industri rekaman.


BASF Award 1993, Jejak Sejarah Musik Nasional

BASF Award pada era 1990-an menjadi tolok ukur keberhasilan musisi Indonesia melalui pencapaian penjualan kaset dan popularitas karya.


Hadiah perjalanan ke luar negeri bagi para musisi saat itu menjadi simbol apresiasi industri musik terhadap karya anak bangsa yang berhasil menembus pasar luas.


Foto lawas yang kembali beredar ini bukan sekadar dokumentasi perjalanan, tetapi potret sejarah bagaimana generasi emas musisi Indonesia pernah berada dalam satu momentum kebersamaan.


Nostalgia yang Menghidupkan Memori
Unggahan tersebut mendapat respons hangat dari warganet yang mengenang masa ketika musik Indonesia berada pada periode kreatif yang kuat, sebelum era digital mengubah wajah industri musik.


Bagi banyak penggemar, foto itu menjadi pengingat bahwa di balik lagu-lagu legendaris, terdapat persahabatan panjang antar musisi yang turut membentuk sejarah musik Indonesia.


Sebuah potret sederhana, namun menyimpan cerita besar tentang perjalanan musik nasional.


***
Tim Redaksi.