Notification

×

Iklan

Iklan

Frans Indonesianus Tinggalkan Dunia Hiburan, Kini Jadi Tokoh Budaya Dayak

Senin, 23 Februari 2026 | 05.52 WIB Last Updated 2026-02-22T22:54:34Z
Foto, Frans Indonesianus. (dulu dan sekarang)


Queensha.id - Entertainment,


Dunia hiburan Indonesia pernah mengenal sosok Frans Indonesianus sebagai artis cilik yang kerap menghiasi layar kaca pada era 1990-an. Namun kini, namanya justru lebih dikenal sebagai pelestari budaya di tanah kelahirannya di Kalimantan Barat.
Perjalanan hidup Frans Indonesianus menjadi cerita unik tentang transformasi seorang aktor menjadi tokoh adat yang memilih kembali ke akar budaya leluhurnya.


Artis Cilik yang Pernah Bersinar

Frans Indonesianus memulai karier di industri hiburan sejak usia muda. Ia dikenal sebagai bintang iklan dan sempat mencuri perhatian publik ketika berperan sebagai kakak dari penyanyi cilik Tasya Kamila.


Tak berhenti di situ, Frans juga membintangi sejumlah sinetron dan FTV populer pada masanya. Ia bahkan tampil dalam drama laga berjudul Jacklyn pada era 1990-an serta beberapa kali beradu akting dengan aktor laga Ari Wibowo.
Namun seiring berjalannya waktu, sosoknya perlahan menghilang dari dunia hiburan nasional.


Kembali ke Tanah Leluhur

Frans Indonesianus lahir pada tahun 1987 di Pelanjau, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Ia memiliki darah campuran Dayak dan Prancis, karena ibunya berasal dari Prancis.
Alih-alih terus mengejar popularitas di ibu kota, Frans memilih pulang kampung. Keputusan itu menjadi titik balik besar dalam hidupnya.


Di kampung halaman, ia justru menemukan panggilan baru sebagai pelestari adat dan budaya Dayak. Ia aktif mengenakan pakaian adat, memperkenalkan filosofi budaya leluhur, hingga terlibat dalam berbagai kegiatan tradisional masyarakat Dayak.


Penampilan Berubah, Identitas Menguat

Perubahan Frans tidak hanya terlihat dari aktivitasnya, tetapi juga penampilannya. Tubuhnya kini dipenuhi tato khas etnik dan ia mengenakan beberapa anting sebagai bagian dari identitas budaya.


Melalui akun media sosial pribadinya, Frans kerap membagikan potret dirinya mengenakan busana adat lengkap dengan senjata tradisional mandau, simbol keberanian dan kehormatan masyarakat Dayak.


Di lingkungan masyarakat lokal, ia dikenal sebagai sosok yang memahami spiritualitas dan kearifan lokal Dayak, bahkan disebut memiliki kemampuan khas yang erat dengan tradisi leluhur.


Seniman Tato dan Pelestari Budaya

Selain menjadi tokoh budaya, Frans Indonesianus juga menekuni dunia seni tato. Ia mendirikan Kanayatn Tattoo Studio di Kabupaten Sambas, yang mengusung motif tato tradisional Dayak sebagai bentuk pelestarian identitas budaya.
Melalui seni tato, Frans mencoba menghidupkan kembali filosofi simbol-simbol Dayak agar tetap dikenal generasi muda.


Kehidupan Pribadi

Dalam kehidupan pribadinya, Frans Indonesianus telah menikah dengan seorang perempuan bernama Olivianey Pelagia. Bersama keluarganya, ia menjalani kehidupan yang jauh dari hiruk-pikuk industri hiburan, namun justru semakin dekat dengan nilai-nilai tradisi.


Kisah Frans Indonesianus menjadi bukti bahwa ketenaran bukan satu-satunya tujuan hidup seorang publik figur. Dari sorot kamera televisi hingga kembali menjaga warisan leluhur, perjalanan hidupnya mencerminkan pencarian jati diri yang berujung pada pengabdian budaya.


***
Tim Redaksi.