| Foto, seorang nenek tua (korban) perampokan oleh seorang pemuda di Desa Damarwulan, kecamatan Keling, Jepara. (Suara Jepara) |
Queensha.id — Jepara,
Ketenangan warga Desa Damarwulan, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, mendadak berubah menjadi ketakutan. Seorang lansia bernama Mbah Warti, warga RT 02 RW 04, menjadi korban aksi perampokan brutal di area Kebun Kopi Gilingipek pada Sabtu (21/2/2026) siang.
Peristiwa ini sontak menggegerkan masyarakat karena terjadi di siang hari, saat aktivitas warga tengah berlangsung normal.
Modus Pembeli Berujung Kekerasan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku datang sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB dengan berpura-pura sebagai pembeli hasil bumi seperti telo, pisang, dan jengkol.
Namun situasi berubah mencekam ketika pelaku justru menyerang korban secara tiba-tiba. Mbah Warti dilaporkan mengalami tindakan kekerasan serius, mulai dari disekap, diseret, hingga dicekik.
Pelaku diduga mengincar perhiasan milik korban. Meski mengalami trauma berat akibat serangan tersebut, nyawa korban berhasil diselamatkan.
Peristiwa ini memicu kekhawatiran warga, terutama para petani dan lansia yang sering bekerja sendirian di kebun.
Ciri-Ciri Terduga Pelaku
Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap pria dengan ciri-ciri berikut:
1. Usia sekitar 20–30 tahun.
2. Badan standar cenderung kurus.
3. Kulit agak putih.
4. Rambut pendek sedikit keriting.
5. Suara cempreng atau halus seperti anak SMA.
6. Menggunakan bahasa Jawa.
7. Memakai kaos hijau lengan panjang dan celana panjang hitam.
8. Mengendarai sepeda motor Honda Grand tanpa plat nomor.
9. Membawa keranjang atau bronjong.
10. Mengaku berasal dari wilayah Ngablak.
Informasi ini kini menjadi pegangan awal masyarakat dan aparat dalam proses penelusuran pelaku.
Polisi Gerak Cepat
Menanggapi kabar yang cepat menyebar di masyarakat, jajaran Polsek Keling langsung bergerak mendatangi kediaman korban untuk melakukan klarifikasi sekaligus memastikan kondisi Mbah Warti.
AKP Suyitno, Kapolsek Keling menegaskan bahwa kehadiran polisi bertujuan menjaga rasa aman masyarakat, meskipun hingga saat ini keluarga korban belum melayangkan laporan resmi.
“Kami hadir untuk memastikan fakta yang beredar dan memberikan rasa aman kepada warga. Jika terdapat unsur tindak pidana, tentu akan kami tindaklanjuti sesuai prosedur,” tegas Suyitno Kapolsek Keling, Minggu (22/2).
Langkah cepat aparat diapresiasi warga yang berharap pelaku segera tertangkap sebelum kembali beraksi.
Warga Diminta Cek CCTV
Polisi dan perangkat desa juga mengimbau masyarakat yang memiliki kamera pengawas (CCTV) di sekitar jalur Desa Damarwulan untuk memeriksa rekaman pada Sabtu (21/2/2026) antara pukul 10.00–11.00 WIB.
Rekaman tersebut dinilai sangat penting untuk melacak pergerakan pelaku yang menggunakan sepeda motor tanpa identitas.
Warga diminta segera melapor apabila menemukan rekaman atau informasi yang mengarah pada keberadaan pelaku.
Peristiwa ini menjadi pengingat serius bahwa kejahatan dapat terjadi kapan saja, bahkan di wilayah pedesaan yang selama ini dikenal aman.
Masyarakat diimbau tidak mudah percaya kepada orang asing serta memastikan orang tua atau lansia tidak bekerja sendirian di area kebun terpencil.
***
Sumber: ekodokdecoration & bangjon.