| Foto, Kapolres Jaktim Kombes Alfian Nurrizal menginterogasi pelaku pemukulan pegawai SPBU di Cipinang (dok. Instagram Kombes Alfian Nurrizal) |
Queensha.id – Jakarta,
Aksi arogan seorang pria yang mengaku sebagai jenderal demi mendapatkan BBM subsidi berakhir di tangan polisi. Pria berinisial JMH (31) akhirnya ditangkap setelah melakukan pemukulan terhadap pegawai SPBU di kawasan Cipinang, Jakarta Timur.
Fakta mengejutkan terungkap dalam pemeriksaan polisi. JMH bukan aparat negara seperti yang diklaimnya, melainkan hanya seorang pegawai rental mobil.
Kasus ini terkuak saat Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal, menginterogasi langsung pelaku. Rekaman pemeriksaan tersebut kemudian diunggah melalui akun Instagram resmi Kapolres pada Rabu (25/2/2026).
Dalam pemeriksaan, polisi menyoroti penggunaan pelat nomor kendaraan bermotor (TNKB) palsu pada mobil Toyota Vellfire yang dikendarai pelaku.
“Kenapa kamu pakai TNKB palsu?” tanya Kapolres.
Pelaku dengan santai mengaku alasannya agar bisa mengisi BBM subsidi jenis Pertalite.
“Untuk isi Pertalite, Pak,” jawab JMH.
Saat ditanya apakah perbuatannya salah, pelaku mengakui kesalahannya.
Tak berhenti di situ, polisi juga mengonfirmasi alasan pelaku mengaku sebagai jenderal ketika berada di SPBU.
“Biar diisi BBM, Pak,” kata pelaku, seraya mengakui tidak pernah menyebut berasal dari institusi tertentu.
Dalih Dipicu Emosi
Pemukulan terhadap pegawai SPBU terjadi pada Minggu malam (22/2). Insiden bermula ketika pelaku hendak mengisi Pertalite menggunakan mobil mewahnya.
Namun petugas SPBU menolak pengisian karena kendaraan tersebut tidak memiliki barcode resmi. Sistem barcode sendiri merupakan kebijakan Pertamina untuk memastikan BBM subsidi tepat sasaran.
Pelaku berdalih memukul korban karena bajunya lebih dahulu ditarik. Namun Kapolres menegaskan fakta di lapangan justru menunjukkan pelakulah yang lebih dulu melakukan tindakan agresif.
“Saya lihat tidak ada penarikan baju ke kamu, malah kamu yang menarik korban,” tegas Alfian.
Positif Sabu dan Ganja
Kebohongan pelaku kembali terbongkar saat dilakukan tes urine. Meski awalnya menyangkal, hasil pemeriksaan menunjukkan JMH positif mengonsumsi narkoba jenis sabu dan ganja.
Pelaku mengaku memakai narkoba saat berada di Bali sekitar empat hari sebelum kejadian.
“Waktu di Bali, empat hari lalu. Ganja juga di Bali,” ujarnya kepada penyidik.
Ditangkap Polisi
Setelah video pemukulan viral dan memicu kemarahan publik, polisi bergerak cepat. JMH akhirnya ditangkap pada Rabu (24/2/2026).
Kasus ini menjadi sorotan karena memperlihatkan penyalahgunaan identitas aparat demi memperoleh fasilitas negara, sekaligus mencerminkan masih adanya upaya manipulasi sistem distribusi BBM subsidi.
Polisi menegaskan proses hukum akan berjalan sesuai aturan, termasuk terkait pemalsuan pelat nomor kendaraan, penganiayaan, serta penyalahgunaan narkotika.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa BBM subsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak, bukan untuk disiasati dengan intimidasi ataupun klaim jabatan palsu.
***
Sumber: detikNews.
Tim Redaksi.