Notification

×

Iklan

Iklan

Nyeri Tubuh Bukan Sekadar Lelah: Sinyal Diam-diam Penyakit yang Sering Diabaikan

Senin, 02 Februari 2026 | 17.32 WIB Last Updated 2026-02-02T10:33:15Z
Foto, edukasi kesehatan.



Queensha.id - Edukasi Kesehatan,


Nyeri pada tubuh kerap dianggap sepele. Banyak orang mengira rasa sakit di bahu, punggung, kepala, atau dada hanyalah akibat kelelahan, salah tidur, atau aktivitas berlebihan. Padahal, di balik nyeri yang tampak sederhana, bisa tersembunyi sinyal gangguan kesehatan yang lebih serius.


Sebuah infografik yang beredar luas di media sosial mengulas 10 jenis nyeri pada tubuh beserta kemungkinan penyebabnya. Informasi ini penting sebagai edukasi awal agar masyarakat lebih peka terhadap bahasa tubuhnya sendiri.


Mengenali Jenis Nyeri dan Maknanya

Beberapa contoh nyeri yang kerap dialami masyarakat antara lain:

1. Nyeri bahu bisa berkaitan dengan ketegangan otot atau gangguan kantung empedu.

2. Nyeri pinggul sering dikaitkan dengan masalah sendi atau kekurangan kalsium.

3. Nyeri punggung bawah dapat menjadi tanda gangguan ginjal atau postur tubuh yang buruk.

4. Nyeri leher dan sakit kepala belakang kerap berhubungan dengan stres dan tekanan darah tinggi.

5. Nyeri dada tidak selalu berarti serangan jantung, tetapi sering dipicu asam lambung naik (GERD), terutama setelah makan.

6. Kesemutan di jari dapat menandakan kekurangan vitamin B12 atau gangguan saraf.

7. Telapak kaki terasa panas sering menjadi gejala awal diabetes akibat gangguan saraf tepi.

8. Nyeri lutut kerap dipicu kekurangan vitamin D atau penipisan sendi.

9. Sakit kepala di dahi biasanya berhubungan dengan sinusitis atau infeksi sinus.


Meski bersifat edukatif, informasi tersebut bukan untuk diagnosis mandiri, melainkan sebagai peringatan dini agar masyarakat lebih waspada.


Pandangan Pengamat Kesehatan

Dr Firdaus Dinanta, pengamat kesehatan terkemuka di Indonesia menilai bahwa kebiasaan masyarakat yang sering menunda pemeriksaan medis menjadi persoalan serius. Banyak pasien baru datang ke fasilitas kesehatan ketika penyakit sudah berada pada tahap lanjut.


“Tubuh manusia punya sistem alarm alami berupa nyeri. Jika alarm ini terus berbunyi dan diabaikan, risikonya bukan hanya memperburuk penyakit, tetapi juga menyulitkan penanganan,” ujarnya, Senin (2/2).


Ia menekankan pentingnya literasi kesehatan, yakni kemampuan masyarakat memahami tanda-tanda dasar gangguan tubuh, sekaligus mengetahui kapan harus mencari pertolongan medis.


Jangan Terjebak Informasi Setengah

Di era media sosial, informasi kesehatan menyebar cepat, namun tidak selalu utuh. Pengamat tersebut mengingatkan agar masyarakat tidak menelan mentah-mentah informasi visual tanpa konfirmasi medis.


“Infografik bisa menjadi pintu masuk kesadaran, tetapi diagnosis tetap harus dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional. Jangan mengobati sendiri hanya berdasarkan unggahan media sosial,” tegasnya.


Kunci Utama: Waspada dan Seimbang

Nyeri tubuh bukan musuh, melainkan pesan. Pesan agar manusia memperbaiki pola hidup, mulai dari postur kerja, pola makan, manajemen stres, hingga rutin memeriksakan kesehatan.


Masyarakat diimbau untuk tidak menormalisasi rasa sakit yang berulang. Sebab, di balik nyeri yang dianggap biasa, bisa jadi tubuh sedang memberi peringatan luar biasa.


***
Tim Redaksi.