Queensha.id – Edukasi Sosial,
Tidak sedikit orang yang sangat ketat dalam mengatur uang, bahkan sampai terkesan “pelit” terhadap diri sendiri. Mereka enggan membeli kebutuhan pribadi, menunda makan layak, atau menolak menikmati hasil kerja kerasnya.
Di satu sisi, sikap ini dianggap hemat. Namun di sisi lain, bisa menjadi tanda ketidakseimbangan dalam mengelola keuangan dan memandang rezeki.
Fenomena ini terjadi pada laki-laki maupun perempuan, dari pekerja muda hingga orang tua. Pertanyaannya: bagaimana solusi agar tidak berlebihan dalam menahan pengeluaran untuk diri sendiri? Dan bagaimana pandangan ulama terkait sikap tersebut?
Bukan Hemat, Bisa Jadi Tidak Sehat
Pakar keuangan menyebut, terlalu menekan pengeluaran pribadi dapat berdampak pada kesehatan mental dan kualitas hidup. Orang yang terlalu pelit pada diri sendiri sering merasa bersalah saat membelanjakan uang, bahkan untuk kebutuhan wajar seperti makan sehat, istirahat, atau hiburan sederhana.
Padahal, prinsip keuangan yang sehat bukan hanya menabung dan berinvestasi, tetapi juga memastikan kebutuhan diri terpenuhi secara seimbang.
Cara Mengubah Pola Mengatur Keuangan
Berikut langkah yang dapat dilakukan untuk mengubah pola keuangan agar lebih sehat:
1. Pisahkan kebutuhan, keinginan, dan tabungan.
Gunakan metode sederhana seperti
• 50-30-20:
1. Untuk 50% kebutuhan pokok.
2. Untuk 30% keinginan dan kualitas hidup.
3. Untuk 20% tabungan/investasi.
Dengan porsi ini, seseorang tetap bisa menabung tanpa mengorbankan kebutuhan pribadi.
2. Buat anggaran khusus untuk diri sendiri
Sisihkan dana “self-reward” bulanan. Bukan untuk berfoya-foya, tetapi untuk menjaga kesehatan mental dan motivasi bekerja.
3. Ubah pola pikir tentang uang
Uang bukan hanya untuk disimpan, tetapi juga untuk dimanfaatkan secara bijak. Menikmati hasil kerja keras secara wajar justru dapat meningkatkan produktivitas.
4. Hindari rasa bersalah saat belanja wajar
Jika pengeluaran masih dalam anggaran, tidak perlu merasa bersalah. Disiplin tetap penting, tetapi keseimbangan lebih utama.
Pandangan Ulama: Jangan Kikir pada Diri Sendiri
Sejumlah ulama di Indonesia menekankan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan antara hemat dan tidak berlebihan.
Menurut ulama tafsir terkemuka Quraish Shihab, ajaran Islam mendorong umat untuk bersikap moderat dalam menggunakan harta. Tidak boros, tetapi juga tidak kikir. Rezeki yang diberikan harus dimanfaatkan secara bijak, termasuk untuk kebutuhan diri dan keluarga.
Pendakwah Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym juga kerap menekankan pentingnya manajemen keuangan yang seimbang. Menurutnya, hidup hemat adalah baik, tetapi jika terlalu menekan diri sendiri justru bisa memicu stres dan rasa tidak syukur.
Sementara itu, ulama Buya Yahya menjelaskan bahwa seseorang tidak dianjurkan menahan hak dirinya secara berlebihan. Dalam Islam, tubuh dan diri juga memiliki hak yang harus dipenuhi, selama tidak melampaui batas dan tidak bermewah-mewahan.
Keseimbangan Adalah Kunci
Sikap hemat adalah kebiasaan baik. Namun ketika seseorang terlalu pelit pada diri sendiri, kualitas hidup bisa menurun.
Mengatur keuangan seharusnya bukan hanya soal menahan pengeluaran, tetapi menata keseimbangan antara kebutuhan, masa depan, dan kebahagiaan hidup.
Dengan manajemen yang tepat dan pemahaman yang seimbang, seseorang dapat tetap hidup sederhana tanpa menyiksa diri.
Sebab pada akhirnya, rezeki bukan hanya untuk disimpan, tetapi juga untuk dimanfaatkan secara bijak dan penuh rasa syukur.
***
Tim Redaksi.