Notification

×

Iklan

Iklan

Pinjam HP 10 Detik, Rekening Bisa Terkuras: Modus Kejahatan Baru Mengintai di Sekitar Kita

Senin, 02 Februari 2026 | 12.07 WIB Last Updated 2026-02-02T05:12:53Z
Foto, tangkap layar dari unggahan akun Instagram @Realmrbert.



Queensha.id - Edukasi Sosial,


Kejahatan siber kini tak lagi selalu datang lewat pesan mencurigakan atau tautan palsu. Modus terbaru justru memanfaatkan empati dan rasa kemanusiaan, dengan skenario sederhana: pinjam telepon genggam.


Sebuah unggahan yang ramai dibagikan di media sosial, salah satunya dari akun Instagram @Realmrbert, memperingatkan masyarakat agar tidak sembarangan meminjamkan HP kepada orang tidak dikenal, bahkan ketika orang tersebut tampak terluka atau dalam kondisi darurat.


“Jangan pernah pinjamkan HP kalian ke orang yang minta tolong, sekalipun mereka kelihatan butuh bantuan,” ujar narasi dalam unggahan tersebut.


Modus “Darurat Palsu” yang Menjebak

Pelaku biasanya datang dengan cerita menyentuh. Percakapan dibuat sesederhana mungkin agar korban tidak curiga.


Penipu: “Pak, pinjam HP-nya sebentar, saya mau telepon orang tua.”
Korban: “Kenapa, Pak?”
Penipu: “Kakak saya kecelakaan, HP saya lowbat.”


Dalam situasi panik dan penuh empati, korban sering kali langsung menyerahkan ponselnya. Di sinilah kejahatan terjadi.
Alih-alih menelepon keluarga, pelaku mengetik kode USSD tertentu hanya dalam hitungan detik. Korban tidak menyadari apa pun karena tampilan layar terlihat seperti proses biasa.


Data Berpindah, Uang Menghilang

Beberapa saat setelah pelaku pergi, korban baru menyadari kejanggalan:

1. SMS tidak masuk.

2. Panggilan tidak berdering.

3. Kode OTP tidak diterima.

4. Akun WhatsApp tiba-tiba keluar
Saldo rekening bank terkuras.



Pakar keamanan siber menjelaskan, modus ini dikenal sebagai call forwarding fraud, yakni pengalihan panggilan dan SMS korban ke nomor penipu. Akibatnya, kode OTP, notifikasi bank, hingga reset password langsung jatuh ke tangan pelaku.


Dalam banyak kasus, korban baru sadar setelah uang di rekening sudah habis.
Empati Dimanfaatkan, Kesadaran Diuji
Yang membuat modus ini berbahaya bukan kecanggihannya, melainkan kecepatan dan kesederhanaannya. Cukup 5–10 detik, akses komunikasi korban bisa dikuasai penuh.


Ironisnya, kejahatan ini sering berhasil karena korban merasa sedang menolong orang dalam kesulitan.


Imbauan untuk Masyarakat

Aparat dan pegiat literasi digital mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada:

1. Jangan meminjamkan HP kepada orang asing, apa pun alasannya.

2. Jika ingin membantu, tawarkan meneleponkan langsung tanpa menyerahkan ponsel.

3. Aktifkan notifikasi keamanan dan PIN kartu SIM.

4. Segera hubungi operator dan bank jika HP sempat diakses orang lain.

5. Jangan pernah mengikuti instruksi mengetik kode apa pun atas permintaan orang lain.



Kebaikan adalah nilai luhur, namun kewaspadaan adalah bentuk perlindungan diri.


Tolong, Tapi Tetap Aman

Kejahatan selalu berevolusi mengikuti celah manusia. Kali ini, celah itu bernama empati. Maka, membantu boleh, peduli perlu, namun keamanan tetap nomor satu.
Karena di era digital, satu HP bukan sekadar alat komunikasi dan ia adalah pintu ke seluruh hidup kita.


"Waspadalah. Jangan sampai niat baik berujung petaka".


***
Tim Redaksi.