Queensha.id - Brebes,
Kasus penemuan mayat pria dalam koper di Desa Sukareja, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, menguak potret kelam konflik utang yang berujung maut. Polisi menangkap Rokib (45) sebagai tersangka pembunuhan terhadap Sapri (70), yang diduga dipicu emosi saat korban menagih utang.
Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah mengungkapkan, peristiwa tragis itu bermula dari pertengkaran antara pelaku dan korban. Rokib disebut kesal ketika ditagih utang oleh Sapri. Situasi memanas setelah korban diduga menampar pelaku, memicu ledakan emosi yang berujung fatal.
“Pelaku tersulut emosi, lalu mengambil batu di dekatnya dan memukul korban pada bagian kepala, dada, dan tengkuk hingga meninggal dunia,” ujar Lilik dalam keterangan yang dilansir dari detikJateng, Selasa (17/2/2026).
Setelah memastikan korban tewas, pelaku diduga berupaya menghilangkan jejak dengan memasukkan jasad ke dalam koper dan menyembunyikannya di sebuah rumah kosong yang belum selesai dibangun. Koper tersebut bahkan ditutup pasir untuk mengurangi bau dan menghindari kecurigaan warga.
Mayat itu pertama kali ditemukan pada Senin (16/2/2026) siang oleh kerabat pemilik rumah yang hendak membersihkan bangunan. Sekretaris Desa Sukareja, Rohandi, mengatakan saksi awalnya mencium bau amis menyengat di dalam ruangan. Setelah ditelusuri, bau tersebut berasal dari koper yang tergeletak dan sebagian tertutup pasir.
Penemuan tersebut langsung menggegerkan warga sekitar. Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap Rokib sebagai pelaku. Dari hasil pemeriksaan sementara, motif utama diduga kuat karena pelaku tersinggung dan emosi saat ditagih utang.
Atas perbuatannya, Rokib dijerat Pasal 479 KUHP baru dengan ancaman hukuman hingga 20 tahun penjara. Aparat menegaskan proses hukum akan berjalan tegas, sekaligus menjadi peringatan keras bahwa konflik utang yang dibiarkan tanpa penyelesaian bijak dapat berujung tragedi.
Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan fatal yang dipicu persoalan ekonomi dan emosi sesaat. Di balik koper yang tertutup rapat, tersimpan pelajaran pahit tentang bagaimana kemarahan yang tak terkendali bisa menghapus nyawa dan masa depan dalam sekejap.
***
Tim Redaksi.