Notification

×

Iklan

Iklan

Jepara Bangun Rumah Sakit Baru 7 Lantai, Klaim Siap Saingi Layanan Medis Kota Besar

Jumat, 12 Desember 2025 | 11.54 WIB Last Updated 2025-12-12T04:55:18Z

Foto, ilustrasi gambar (rumah sakit).

Queensha.id - Jepara,


Kota Ukir bersiap naik kelas. Sebuah rumah sakit baru bertaraf premium bernama RS Aisyiyah Siti Walidah resmi mulai dibangun di pusat Kota Jepara. Proyek raksasa bernilai Rp 90 miliar ini ditargetkan rampung hanya dalam setahun dan mulai beroperasi pada Januari 2027.


Groundbreaking dilakukan pada Kamis (11/12/2025), dihadiri Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI H Abdul Wachid, Ketua PWM Jawa Tengah Dr. KH. Tafsir, dan berbagai tokoh penting Muhammadiyah–Aisyiyah.


Rumah sakit setinggi 7 lantai tersebut digadang-gadang menjadi pusat layanan kesehatan modern yang menawarkan fasilitas premium, termasuk pelayanan jantung yang selama ini masih banyak dirujuk ke Kudus.



Bupati: Warga Jepara Tak Perlu Lagi Berobat ke Luar Kota


Bupati Witiarso menilai pembangunan RS Aisyiyah Siti Walidah menjadi momentum penting bagi masa depan layanan kesehatan Jepara.


“Semoga berjalan lancar dan bisa meningkatkan kesehatan di Kabupaten Jepara,” katanya, Kamis (11/12).


Ia berharap hadirnya RS baru ini dapat mengurangi ketergantungan warga Jepara terhadap rumah sakit di luar daerah.



DPR RI Soroti Rujukan Jantung Masih Lari ke Kudus


Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, H Abdul Wachid, mengapresiasi perkembangan pesat jaringan layanan kesehatan Muhammadiyah. Ia menyebut RS Aisyiyah sebagai salah satu pilar kesehatan Jepara yang sudah berkembang sejak 2014.


Namun ia menegaskan masih ada masalah besar: layanan operasi jantung yang belum optimal di Jepara.


“Saya sudah meminta agar Kepala RSUD Kartini bertemu Menteri Kesehatan dan BPJS pekan depan. RS Aisyiyah ini harus ikut menjadi mitra besar BPJS,” jelasnya.



Muhammadiyah: Jepara Kaya, Tapi Banyak Warga Berobat ke Luar Daerah


Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, menyebut pembangunan RS ini sebagai komitmen Muhammadiyah meningkatkan kualitas layanan kesehatan.


“Jepara kabupaten terkaya di Jawa Tengah, tapi banyak pasien memilih ke Kudus. Artinya pelayanan di Jepara belum dianggap qualified,” ujarnya.


Karena itu, Muhammadiyah membangun rumah sakit berorientasi premium, dengan kapasitas 100–150 tempat tidur dan status RS tipe C.


Lahan seluas lebih dari 5.000 m² disebut memenuhi standar sebagai rumah sakit modern. Dana pembangunan Rp 90 miliar tersebut termasuk gedung dan alat kesehatan, tidak termasuk pembelian tanah yang memakan biaya Rp 22 miliar.



Kontraktor Janji Selesai dalam Setahun


Kontraktor pelaksana menyanggupi pembangunan selama setahun yang merupakan target yang cukup ambisius untuk gedung 7 lantai. KH. Tafsir juga memaparkan siklus keuangan rumah sakit baru:


  • 3 tahun pertama: hampir pasti defisit
  • Tahun ke-4: mulai impas
  • Tahun ke-5: umumnya mulai surplus



Jepara Menunggu Terobosan Layanan Premium


Dengan resminya pembangunan RS Aisyiyah Siti Walidah, masyarakat Jepara menaruh harapan besar pada peningkatan layanan kesehatan yang lebih modern, lengkap, dan kompetitif. Kehadiran rumah sakit baru bernilai besar di pusat kota ini diharapkan mengubah wajah kesehatan Jepara menjadi lebih profesional dan mandiri.


***

Sumber: SB.

Tim Redaksi