Notification

×

Iklan

Iklan

Aljogo Serial Action: Dendam dan Pengkhianatan yang Menantang Nalar Moral Penonton

Sabtu, 31 Januari 2026 | 10.14 WIB Last Updated 2026-01-31T03:15:56Z
Foto, Arya Saloka di film Algojo.


Queensha.id - Film,


Industri serial Indonesia kembali menguji batas. Aljogo, produksi Screenplay Films, resmi tayang perdana di platform Vidio sejak 16 Januari 2026. Mengusung genre laga-drama, serial ini tak sekadar menawarkan adu fisik dan ketegangan, tetapi juga menyorongkan pertanyaan tajam tentang dendam, loyalitas, dan harga sebuah kebenaran.


Disutradarai Rahabi Mandra, Aljogo diperkuat deretan nama besar: Arya Saloka, Caitlin Halderman, dan Randy Pangalila. Episode terbaru tayang setiap Jumat pukul 07.00 WIB, menyasar penonton yang haus cerita gelap, intens, dan penuh intrik.


Menyusup ke Dunia Algojo

Cerita berpusat pada Zar, seorang Anjelo yang hidupnya jungkir balik setelah ayahnya diserang pria misterius. Petunjuk mengarah pada sebuah organisasi rahasia: kelompok algojo. Demi mengungkap dalang di balik tragedi itu, Zar memilih jalan berbahaya yang menyamar dan menyusup ke jantung organisasi yang penuh pengkhianatan.


Di sinilah Aljogo memainkan kekuatannya. Penonton tak hanya disuguhi aksi brutal, tetapi juga konflik batin seorang anak yang terjebak antara misi balas dendam dan nurani. Setiap keputusan Zar membawa konsekuensi, bukan hanya bagi dirinya, tapi juga orang-orang di sekelilingnya.


Arya Saloka dan Wajah Gelap Protagonis
Arya Saloka tampil sebagai Zar dengan spektrum emosi yang luas yakni mulai dari dingin, marah, rapuh, sekaligus manipulatif. Peran ini menjadi titik balik dari citra protagonis “aman” yang selama ini melekat padanya.


Sementara Caitlin Halderman sebagai Icha memberi lapisan emosional yang kontras, dan Randy Pangalila sebagai Frengky menghadirkan figur keras yang ambigu yaitu antara kawan dan ancaman.


Deretan pemain pendukung seperti Justin Adiwinata, Andy /rif, Meriam Bellina, Rio Dewanto, hingga aktor muda seperti Yusuf Mahardika dan Bima Azriel, memperkaya dinamika cerita dengan karakter-karakter yang tidak hitam-putih.



Laga, Musik, dan Atmosfer Kelam

Dari sisi teknis, penataan musik oleh Hariopati Rinanto mempertebal atmosfer gelap dan mencekam. Adegan laga disajikan intens, tidak berlebihan, namun cukup brutal untuk menegaskan bahwa dunia Aljogo bukan tempat bagi mereka yang ragu.


Naskah yang digarap Ilya Aktop, Nicholas Raven, dan Amin Murti, berdasarkan cerita M. Faisal Hibatullah, konsisten menjaga tensi konflik, meski sesekali sengaja membiarkan penonton tidak nyaman namun memberikan sebuah pilihan artistik yang berani.


Hiburan atau Kritik Sosial Terselubung?

Lebih dari sekadar serial aksi, Aljogo seperti mengajak penonton bercermin:
ketika hukum gagal memberi keadilan, sejauh mana manusia membenarkan kekerasan atas nama kebenaran?
Pertanyaan itu dibiarkan menggantung, tanpa jawaban instan.


Dengan kemasan rapi, pemain kuat, dan tema berat, Aljogo berpotensi menjadi salah satu serial lokal paling dibicarakan di awal 2026 yang bukan hanya karena adegan laganya, tetapi karena keberaniannya mengusik wilayah abu-abu moral.


***
Tim Redaksi.