Notification

×

Iklan

Iklan

Bukan Sekadar Mengaku Muslim, Ini Syarat Masuk Surganya Allah SWT

Jumat, 16 Januari 2026 | 02.20 WIB Last Updated 2026-01-15T19:21:48Z
Foto, ilustrasi. Gambaran menuju pintu surganya Allah SWT.



Queensha.id - Edukasi Islam,

Surga merupakan tujuan akhir setiap muslim. Namun para ulama menegaskan, masuk surga tidak cukup hanya dengan status Islam secara identitas, melainkan harus dibuktikan dengan iman, amal, dan akhlak yang nyata. Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW telah merinci syarat-syarat utama agar seorang hamba layak mendapatkan rahmat Allah berupa surga.


Ulama terkemuka Indonesia sepakat bahwa syarat masuk surga bukan perkara rumit, tetapi menuntut kesungguhan hati dan konsistensi amal.


1. Iman yang Benar dan Lurus

Syarat paling mendasar adalah iman kepada Allah dan Rasul-Nya. Prof. Dr. Quraish Shihab menegaskan bahwa iman bukan sekadar pengakuan lisan.
“Iman adalah keyakinan dalam hati yang dibenarkan oleh lisan dan dibuktikan dengan perbuatan,” jelasnya dalam berbagai kajian tafsir.


Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka surga Firdaus sebagai tempat tinggal.”
(QS. Al-Kahfi: 107).


2. Menegakkan Salat dan Kewajiban Pokok Islam

Salat menjadi pembeda utama antara iman dan kekufuran. Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menyebut salat sebagai “tiang yang menegakkan bangunan iman”.


Rasulullah SAW bersabda:

“Amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat adalah salat.” (HR. Tirmidzi).


Selain salat, kewajiban seperti puasa, zakat, dan haji (bagi yang mampu) menjadi bagian tak terpisahkan dari syarat masuk surga.


3. Akhlak Mulia dan Menjaga Hak Sesama

Menurut KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha), banyak orang rajin ibadah tetapi lalai pada urusan akhlak.


“Masuk surga itu bukan cuma soal banyak ibadah, tapi juga selamat dari urusan menyakiti orang lain,” ujarnya.


Rasulullah SAW bersabda:

“Orang yang paling berat timbangannya di hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Abu Dawud)


4. Menjauhi Syirik dan Dosa Besar

KH. Ma’ruf Amin menegaskan bahwa syirik adalah penghalang utama surga jika tidak disertai taubat.


Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki.”
(QS. An-Nisa’: 48)


5. Taubat yang Tulus dan Tidak Putus Asa dari Rahmat Allah

Setiap manusia pasti berbuat dosa. Namun pintu surga tetap terbuka bagi orang yang bertaubat dengan sungguh-sungguh. Prof. Quraish Shihab menekankan bahwa putus asa justru dosa besar lainnya.


“Allah lebih senang menerima taubat hamba-Nya dibanding kegembiraan seseorang yang menemukan kembali barangnya yang hilang,” jelasnya mengutip hadis Nabi.


6. Ikhlas dan Mengharap Rahmat Allah

Ulama sepakat bahwa amal saja tidak cukup tanpa keikhlasan. Bahkan Rasulullah SAW bersabda bahwa beliau pun masuk surga karena rahmat Allah, bukan semata amal.


Buya Yahya menyimpulkan bahwa,

“Amal itu syarat, tapi rahmat Allah adalah kunci pembuka surga.”


Menurut pandangan ulama terkemuka Indonesia, syarat masuk surga bukan hanya ritual, tetapi kombinasi iman, ibadah, akhlak, dan taubat. Islam tidak mengajarkan keputusasaan, namun juga tidak membenarkan kelalaian.


Surga bukan untuk mereka yang sekadar berharap, tetapi untuk mereka yang berjuang taat, rendah hati, dan terus memperbaiki diri hingga akhir hayat.
Wallāhu a‘lam bis shawāb.

***
Tim Redaksi.