Notification

×

Iklan

Iklan

Bukan Sekadar Ucapan: Inilah Tanda Taubat yang Diterima Allah SWT Menurut Ulama

Selasa, 27 Januari 2026 | 09.31 WIB Last Updated 2026-01-27T02:34:37Z
Foto, ilustrasi gambaran seseorang yang bertaubat.




Queensha.id - Edukasi Islam,


Taubat sering kali dipahami sebatas ucapan istighfar atau janji lisan untuk tidak mengulangi kesalahan. Namun para ulama menegaskan, taubat yang diterima Allah tidak diukur dari seberapa fasih kata-kata, melainkan dari perubahan hati dan sikap hidup. Ia bekerja pelan, sunyi, tapi nyata.


Dalam pandangan ulama-ulama terkemuka Indonesia, taubat sejati meninggalkan jejak yang jelas dalam batin seseorang bahkan sebelum terlihat oleh orang lain.


1. Hati Lebih Tenang, Meski Hidup Belum Sepenuhnya Mudah

Buya Hamka dalam Tasawuf Modern menjelaskan, ketenangan hati adalah salah satu anugerah terbesar setelah taubat. Masalah boleh saja masih datang, ekonomi belum stabil, atau ujian belum selesai, namun hati tidak lagi memberontak. Ada rasa pasrah yang lapang dan itulah tanda Allah mulai menguatkan batin orang yang kembali kepada-Nya.


2. Malu Mengulangi Dosa yang Sama

Menurut Quraish Shihab, rasa malu terhadap dosa adalah indikator hidupnya hati. Ketika seseorang merasa berat, enggan, bahkan jijik untuk kembali pada maksiat lama, itu bukan karena takut pada manusia, tetapi karena kesadaran bahwa Allah Maha Melihat.


3. Keinginan Kuat untuk Berubah, Bukan Sekadar Janji

KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) sering menekankan bahwa taubat sejati melahirkan niat yang bekerja. Bukan hanya berkata “ingin berubah”, tetapi mulai mengatur ulang pergaulan, kebiasaan, dan pilihan hidup yang meski perlahan dan sering terseok.


4. Semakin Dekat dengan Ibadah

Taubat yang diterima membuat seseorang rindu ibadah, bukan terpaksa. Sholat terasa sebagai kebutuhan, doa menjadi tempat pulang, dan istighfar menjadi napas harian. Ulama sepakat, kedekatan dengan ibadah adalah tanda Allah sedang menarik hamba-Nya mendekat.


5. Dosa Terasa Berat, Tak Lagi Biasa

Dulu dosa mungkin dianggap sepele. Namun setelah taubat, satu kesalahan kecil pun mengusik hati. Buya Yahya menjelaskan, ini bukan tanda berlebihan, tetapi tanda hati yang kembali sensitif—dan itu baik.


6. Lebih Hati-hati dalam Bersikap

Orang yang bertaubat cenderung waspada. Ia belajar dari masa lalu. Bukan karena trauma semata, tetapi karena tak ingin mengulang luka yang sama dengan Allah. Sikap ini menunjukkan keseriusan, bukan kepura-puraan.


7. Jalan Kebaikan Dimudahkan, Meski Bertahap

Para ulama menegaskan, kemudahan setelah taubat bukan berarti hidup langsung mulus. Namun Allah memberi jalan kecil yang konsisten: dipertemukan dengan lingkungan baik, dijauhkan perlahan dari kebiasaan buruk, dan diberi kekuatan untuk bertahan.


8. Tidak Bangga dengan Masa Lalu yang Salah

Menurut Quraish Shihab, salah satu tanda taubat diterima adalah hilangnya romantisasi dosa masa lalu. Tidak lagi merasa “hebat” dengan kesalahan lama, justru ingin menutup lembaran itu rapat-rapat.


9. Lebih Rendah Hati, Tidak Merasa Paling Benar

Taubat sejati tidak melahirkan kesombongan spiritual. Justru sebaliknya: semakin sadar betapa lemahnya diri. Orang yang benar-benar bertaubat cenderung tak suka menghakimi, karena ia tahu betapa mudahnya manusia jatuh.


Taubat Bukan Akhir, Tapi Awal

Para ulama sepakat pada satu pesan penting: taubat yang diterima Allah bukan berarti seseorang langsung menjadi sempurna. Masih bisa jatuh, masih bisa salah. Namun bedanya, hati selalu ingin kembali, menyesal, dan memperbaiki diri.


Taubat yang diterima adalah saat Allah menuntun hati untuk terus pulang—meski langkahnya pelan, selama arahnya benar.
Dan selama seseorang masih ingin kembali, Allah belum pernah menutup pintu-Nya.


***
Tim Redaksi.