Queensha.id - Jakarta,
Di tengah maraknya jargon sustainability yang kerap berhenti sebagai slogan korporasi, MODENA memilih jalan berbeda. Keberlanjutan tak lagi diposisikan sebagai pelengkap laporan tahunan, melainkan ditarik ke pusat strategi bisnis perusahaan. Di balik transformasi ini, berdiri Nicole Jizhar, Executive Vice President MODENA, yang membawa agenda keberlanjutan sebagai mandat lintas generasi keluarga pendiri.
Bagi Nicole, pertumbuhan bisnis tanpa dampak nyata bagi manusia dan lingkungan adalah pertumbuhan yang rapuh. Ia meyakini bahwa merek masa depan harus relevan bukan hanya di pasar, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Kami percaya merek yang relevan di masa depan adalah yang mampu membawa perubahan positif di dunia nyata di mulai dari air yang kita minum, makanan yang kita konsumsi, hingga energi yang kita gunakan. Tiga pilar ini adalah esensi kehidupan,” ujar Nicole.
Dari Produk ke Purpose
Selama puluhan tahun, MODENA dikenal sebagai produsen peralatan rumah tangga. Namun satu dekade terakhir, perusahaan mulai menggeser cara pandang internalnya. Produk tidak lagi menjadi tujuan akhir, melainkan medium untuk menjawab persoalan yang saling terkait: akses air bersih, ketahanan pangan, dan transisi energi rendah emisi.
Transformasi tersebut diwujudkan melalui tiga inisiatif utama yaitu MODENA Pure Hub, MODENA Food Hub, dan MODENA Energy. Ketiganya dirancang sebagai laboratorium nyata untuk menguji bagaimana model bisnis dapat berjalan seiring dengan misi sosial dan lingkungan.
Keberlanjutan pun ditempatkan langsung di level strategis. Nicole tidak hanya menjabat sebagai Executive Vice President, tetapi juga berperan sebagai Chief Sustainability Advisor yang memimpin agenda keberlanjutan lintas departemen dan unit bisnis.
Air Bersih dan Perubahan Perilaku
Isu air bersih dan ketergantungan pada plastik sekali pakai menjadi fokus awal. Melalui MODENA Pure Hub, perusahaan membangun jaringan stasiun isi ulang air minum di ruang publik, kantor, kampus, hingga komunitas.
Sejak diluncurkan pada 2023, MODENA Pure Hub telah menyalurkan hampir 1 juta liter air minum bersih secara kumulatif. Namun bagi Nicole, dampak terbesarnya bukan sekadar angka distribusi.
“Yang paling penting adalah perubahan kebiasaan. Orang mulai terbiasa membawa tumbler sendiri dan melihat air isi ulang sebagai standar baru konsumsi harian,” ujarnya, dikutip dari berbagai sumber.
Kesadaran ini diharapkan menjadi pressure group sosial yang mendorong normalisasi akses air minum gratis dan aman di ruang publik.
Pangan, Kolaborasi, dan Keadilan Akses
Di sektor pangan, MODENA menghadirkan MODENA Food Hub sebagai katalis kolaborasi lintas sektor untuk mengurangi food waste sekaligus memperluas akses makanan bergizi.
Program ini menggandeng berbagai organisasi, seperti Scholars of Sustenance (SOS) Indonesia, Garda Pangan, Foodcycle Indonesia, dan mitra lokal di berbagai daerah.
Sejak diluncurkan, Food Hub telah menjangkau lebih dari 350 penerima manfaat. Pada peringatan Hari Pangan Sedunia 2025, MODENA menyalurkan makanan bergizi bagi siswa SD Negeri 3 Jungutan, Karangasem, Bali, melalui program Healthy School Meals bersama SOS Indonesia dan COMO Group.
Teknologi dapur profesional MODENA digunakan untuk mengolah bahan pangan sisa industri yang masih layak konsumsi menjadi hidangan siap santap yang menggabungkan food rescue, edukasi gizi, dan efisiensi dapur.
“Kami dekat dengan isu pangan karena sejarah kami dimulai dari peralatan dapur. Lewat MODENA Food Hub, kami ingin teknologi dapur juga menghadirkan keadilan pangan,” kata Nicole.
Energi Surya dan Logika Ekonomi Baru
Pilar ketiga keberlanjutan MODENA adalah energi. Melalui MODENA Energy, perusahaan mengembangkan SolarPad dan solusi panel surya untuk sektor rumah tangga, komersial, hingga komunitas terpencil.
Lewat program Solar Hub, MODENA menyalurkan sistem tenaga surya dan penyimpanan daya ke desa-desa dan fasilitas publik yang sebelumnya bergantung pada genset diesel atau memiliki akses listrik terbatas.
Di sektor bisnis, MODENA mencatat bahwa instalasi Solar PV berkapasitas 1 MWp dapat menghemat hingga Rp125 juta per bulan dari biaya listrik, sekaligus mengurangi emisi sekitar 100.000 kg CO₂ per bulan. Efisiensi biaya dan penurunan emisi menjadi argumen kuat bahwa energi bersih bukan sekadar idealisme, tetapi keputusan bisnis rasional.
Fondasi Sosial dan Agenda Jangka Panjang
Di luar tiga pilar utama, MODENA memperkuat komitmen sosialnya melalui Tomas Jizhar Foundation. Bagi Nicole, inisiatif ini mencerminkan keyakinan lintas generasi bahwa bisnis yang kuat tak boleh terpisah dari kesejahteraan manusia di dalamnya.
Program awal difokuskan pada beasiswa pendidikan bagi anak-anak karyawan, dimulai dari level non-staff.
“Kami ingin memastikan keluarga karyawan mendapat akses pendidikan yang lebih baik. Ketika keluarga mereka tumbuh, mereka pun bisa berkembang dan memberi dampak lebih besar,” ujar Nicole.
Ke depan, MODENA berencana menerbitkan laporan keberlanjutan secara berkala sebagai bentuk transparansi dan alat ukur apakah purpose perusahaan benar-benar terwujud di lapangan yang bukan sekadar janji di atas kertas.
***
Tim Redaksi.