Queensha.id - Bali,
Bali selama ini dikenal dunia sebagai pulau pariwisata dengan keindahan alam dan budaya yang memikat. Namun di balik gemerlap pantai dan ritual adatnya, tersimpan lapisan cerita lain yang tak kalah kuat: dunia mistis yang hidup berdampingan dengan masyarakatnya.
Dalam kepercayaan lokal, hantu-hantu Bali bukan sekadar sosok seram, melainkan simbol moral, peringatan, dan penjaga keseimbangan alam semesta.
Cerita-cerita ini diwariskan secara turun-temurun melalui tradisi lisan, lontar, hingga pertunjukan seni, dan masih dipercaya hingga kini oleh sebagian masyarakat.
1. Leak: Ilmu Tinggi yang Menyimpang
Leak merupakan salah satu sosok paling dikenal dalam dunia mistis Bali. Ia digambarkan sebagai manusia yang mempelajari ilmu hitam tingkat tinggi. Dalam kisahnya, Leak mampu berubah wujud yang paling populer menjadi kepala terbang dengan organ dalam menjuntai yang mencari darah manusia.
Kehadiran Leak sering dimaknai sebagai peringatan agar manusia tidak menyalahgunakan pengetahuan dan kekuatan demi ambisi pribadi.
2. Rangda: Ratu Kegelapan
Rangda adalah figur sentral dalam mitologi Bali, dikenal sebagai ratu para Leak. Sosoknya menyeramkan, bertaring panjang, bermata melotot, dan berambut acak-acakan.
Dalam budaya Bali, Rangda melambangkan kekuatan jahat yang selalu berhadapan dengan kebaikan. Ia bukan sekadar hantu, melainkan simbol keseimbangan kosmis bahwa gelap dan terang harus ada berdampingan.
3. Palasik Bali: Kepala Terbang Pemakan Bayi
Palasik dikenal sebagai makhluk yang sering dikaitkan dengan ilmu hitam dan dipercaya memangsa janin atau bayi. Cerita ini hidup kuat dalam ingatan kolektif masyarakat sebagai bentuk kewaspadaan terhadap bahaya tersembunyi dan praktik ilmu gelap.
4. Bebai Agung: Roh Penyebar Penyakit
Bebai Agung digambarkan sebagai roh jahat dalam cerita desa-desa tua. Ia dipercaya sebagai pembawa wabah dan penyakit. Kisah tentang Bebai Agung sering muncul saat terjadi musibah atau pagebluk, sebagai pengingat akan pentingnya harmoni antara manusia, alam, dan dunia spiritual.
5. Bhuta Kala: Penjaga Alam Bawah
Berbeda dengan hantu lain, Bhuta Kala tidak selalu dimaknai sebagai makhluk jahat.
Ia adalah makhluk astral penjaga alam bawah yang muncul ketika manusia melanggar tatanan alam dan adat.
Dalam banyak ritual Bali, sesajen khusus disiapkan untuk Bhuta Kala agar keseimbangan alam tetap terjaga.
6. Tonya: Arwah Gentayangan
Tonya dipercaya sebagai arwah orang yang meninggal tidak wajar atau belum disucikan melalui upacara adat. Sosok ini sering dikaitkan dengan tempat sepi dan kisah-kisah tragis, menjadi pengingat pentingnya ritual kematian dalam budaya Bali.
7. Jin Setra: Penunggu Kuburan
Jin Setra dikenal sebagai makhluk yang mendiami area pemakaman. Ia jarang mengganggu, namun sering menampakkan diri untuk menakuti orang yang melanggar adab atau berperilaku tidak sopan di area kuburan.
8. Gamgam: Roh Jahat Tingkat Rendah
Gamgam digambarkan sebagai roh pengganggu dengan tingkat kekuatan rendah.
Ia suka menakuti manusia, tetapi jarang mencelakai. Kehadirannya sering dikaitkan dengan tempat gelap dan sunyi.
9. Memedi: Bayangan yang Menggentarkan
Memedi adalah penampakan roh atau bayangan yang sering muncul sekilas. Meski menakutkan, Memedi dipercaya tidak berbahaya. Ia hadir lebih sebagai ujian mental dan rasa takut manusia.
Bukan Sekadar Cerita Horor
Bagi masyarakat Bali, deretan hantu ini bukan hanya bahan cerita seram. Di baliknya tersimpan pesan moral tentang etika, rasa hormat terhadap alam, dan kesadaran spiritual.
Cerita mistis ini menjadi pengingat bahwa hidup bukan hanya soal dunia yang terlihat, tetapi juga menjaga keseimbangan dengan dunia yang tak kasat mata.
Di Bali, kepercayaan dan budaya berpadu erat hingga membuat kisah hantu bukan sekadar legenda, melainkan bagian dari cara memahami kehidupan itu sendiri.
***
Tim Redaksi.