Notification

×

Iklan

Iklan

Musim Hujan dan Banjir Mengintai: Daftar Penyakit yang Mengancam dan Cara Mencegahnya

Senin, 12 Januari 2026 | 13.25 WIB Last Updated 2026-01-12T06:26:28Z
Foto, ilustrasi. Hujan deras.


Queensha.id - Kesehatan,


Musim hujan yang disertai banjir bukan hanya membawa dampak kerusakan infrastruktur, tetapi juga ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Genangan air, sanitasi yang buruk, hingga meningkatnya populasi vektor penyakit menjadikan periode ini sebagai masa rawan penyebaran berbagai penyakit menular.


Tanpa kewaspadaan dan penanganan yang tepat, dampaknya bisa meluas dan memicu krisis kesehatan.



Penyakit yang Rentan Muncul Saat Musim Hujan dan Banjir


1. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Curah hujan tinggi menciptakan banyak genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti. DBD ditandai demam tinggi mendadak, nyeri otot, sakit kepala, dan penurunan trombosit.



Penyakit ini disebabkan bakteri Leptospira yang menyebar melalui air banjir tercemar urine tikus. Gejalanya meliputi demam, nyeri otot betis, mata merah, hingga gangguan ginjal dan hati pada kasus berat.



Air bersih yang tercemar dan sanitasi buruk meningkatkan risiko penyakit saluran cerna. Diare akut dan tifoid sering menyerang anak-anak dan lansia.


4. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Udara lembap, suhu dingin, serta daya tahan tubuh yang menurun memicu ISPA, batuk, flu, hingga pneumonia.


5. Penyakit Kulit

Air kotor dan kebersihan yang sulit dijaga menyebabkan gatal, kurap, dermatitis, dan infeksi jamur.




Solusi dan Langkah Pencegahan

Pastikan saluran air tidak tersumbat, bersihkan genangan, dan kelola sampah dengan baik untuk mencegah sarang penyakit.


Jaga Kualitas Air Bersih

Gunakan air matang untuk minum dan memasak. Jika ragu, lakukan perebusan minimal 10 menit atau gunakan penjernih air.


Kendalikan Vektor Penyakit

Lakukan gerakan 3M Plus: Menguras, Menutup, dan Mengubur barang bekas, serta menggunakan kelambu atau obat nyamuk.


Gunakan Alat Pelindung Diri

Saat beraktivitas di area banjir, gunakan sepatu bot dan sarung tangan untuk menghindari kontak langsung dengan air tercemar.


Obat dan Penanganan Awal

1. DBD: Belum ada obat khusus, fokus pada pemantauan trombosit dan cairan tubuh di fasilitas kesehatan.

2. Leptospirosis: Antibiotik seperti doksisiklin atau penisilin (harus dengan resep dokter).

3. Diare: Oralit untuk mencegah dehidrasi, zinc untuk anak, dan antibiotik bila direkomendasikan dokter.

4. ISPA: Obat simptomatik seperti penurun demam dan batuk sesuai anjuran medis.
Penyakit kulit: Salep antijamur atau antibiotik sesuai diagnosis.


Cara Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

1. Konsumsi makanan bergizi dan vitamin untuk meningkatkan imunitas.

2. Cuci tangan dengan sabun secara rutin.
Segera mandi dan ganti pakaian setelah terkena air hujan atau banjir.

3. Periksa kesehatan jika muncul demam lebih dari dua hari.

4. Ikuti vaksinasi yang dianjurkan pemerintah.


Waspada Lebih Baik daripada Mengobati

Musim hujan dan banjir tidak bisa dihindari, tetapi dampaknya terhadap kesehatan dapat ditekan dengan kewaspadaan dan disiplin menjaga kebersihan. Peran aktif masyarakat, didukung edukasi dan layanan kesehatan yang cepat, menjadi kunci mencegah lonjakan penyakit musiman.


***
Tim Redaksi.