Notification

×

Iklan

Iklan

Disuruh Semua Orang Mau, Tapi Disuruh Allah Taubat: Masihkah Kita Menunda?

Senin, 12 Januari 2026 | 18.53 WIB Last Updated 2026-01-12T11:55:48Z
Foto, seorang muslim yang sedang sholat.


Queensha.id - Edukasi Sosial,


Kita hidup di zaman serba cepat. Disuruh atasan kita patuh. Disuruh ibu kita bergegas. Disuruh teman kita ikut. Disuruh istri kita turuti. Bahkan disuruh tetangga pun sering kali kita pertimbangkan.


Namun ada satu perintah yang sering kita tunda, bahkan abaikan yaitu perintah untuk bertaubat kepada Allah SWT.


Pertanyaannya sederhana, tapi menampar nurani:


jika kamu disuruh sholat taubat nasuha, apakah kamu mau?


Ketika Perintah Manusia Lebih Didengar daripada Panggilan Langit

Fenomena ini nyata di tengah masyarakat. Banyak orang merasa lelah, stres, dan tertekan oleh tuntutan hidup. Namun ketika solusi spiritual ditawarkan untuk bertaubat, mendekat kepada Allah yang justru muncul alasan yaitu belum siap, nanti saja, masih sibuk, atau merasa dosanya terlalu besar.


Padahal dalam Islam, taubat bukan tanda kelemahan, melainkan bukti kesadaran dan keberanian mengakui kesalahan.
Allah SWT berfirman:


“Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya (taubat nasuha).”


Apa Itu Sholat Taubat Nasuha?

Sholat taubat nasuha adalah sholat sunnah dua rakaat yang dilakukan sebagai bentuk penyesalan mendalam atas dosa, disertai tekad kuat untuk tidak mengulanginya lagi.


Sholat ini bisa dilakukan kapan saja, kecuali pada waktu-waktu yang dilarang sholat, dan menjadi salah satu bentuk paling konkret dari taubat seorang hamba.
Niat Sholat Taubat Nasuha
Arab:


أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:

Ushalli sunnatat-taubati rak'ataini lillaahi ta'aalaa

Artinya:

“Aku niat sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta'ala.”


Tata Cara Singkat Sholat Taubat

Sholat taubat dilakukan seperti sholat sunnah biasa:

1. Niat dalam hati saat takbiratul ihram.

2. Takbiratul ihram.

3. Doa iftitah (sunnah).

4. Membaca Al-Fatihah.

5. Membaca surat pendek.

6. Rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua.

7. Rakaat kedua sama seperti rakaat pertama.

8. Tahiyat akhir.

9. Salam


Sederhana. Tidak rumit. Tidak berat. Tapi sering kali berat di hati yang masih terikat dosa.


Setelah Sholat: Inti Taubat Sebenarnya

Sholat bukan akhir, melainkan pintu awal taubat. Setelahnya, dianjurkan:
Memperbanyak istighfar, seperti:



Berdoa dengan sungguh-sungguh, mengakui kesalahan, menyesali dosa, dan berjanji tidak mengulanginya.
Rasulullah SAW bersabda:

“Orang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tidak memiliki dosa.”


Pandangan Islam: Menunda Taubat Adalah Kerugian

Dalam pandangan Islam, menunda taubat adalah bentuk kelalaian paling berbahaya. Tidak ada jaminan usia, tidak ada kepastian esok hari.


Ironisnya, kita takut dimarahi atasan, tapi lupa takut pada hisab Allah. Kita takut kehilangan pekerjaan, tapi lupa takut kehilangan ampunan. Padahal pintu taubat masih terbuka lebar, selama nyawa belum sampai di tenggorokan.


Sekarang atau Tidak Sama Sekali

Jika hari ini kamu masih mau disuruh manusia, mengapa ketika Allah memanggilmu untuk kembali, kamu ragu?

Sholat taubat tidak menuntut kesucian—justru ia hadir untuk jiwa yang kotor. Tidak menunggu kita baik tapi membuat kita kembali ke jalan yang benar.


Jangan tunggu ajal untuk menyesal.

Jangan tunggu sakit untuk sadar.

Jangan tunggu kubur untuk taubat.

Karena perintah paling penting dalam hidup bukan datang dari manusia, tapi dari Allah SWT.


***
Tim Redaksi.