Notification

×

Iklan

Iklan

Drama Penalti di Songgo Langit, Desa Karanggondang Jepara Juara Liga Desa HDN 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 00.43 WIB Last Updated 2026-01-15T17:45:04Z
Foto, Pemberian hadiah oleh Mendes PDT, Yandri Susanto dalam Liga Desa di Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (14/01/2026) sore. (Sumber Foto: Solo Trust)


Queensha.id - Boyolali,


Tim Desa Karanggondang, Kabupaten Jepara, menorehkan prestasi membanggakan dengan keluar sebagai juara Liga Desa 2026 dalam rangka Peringatan Hari Desa Nasional (HDN). Gelar tersebut diraih setelah Karanggondang menaklukkan Tim Desa Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, melalui drama adu penalti yang menegangkan.


Laga final yang digelar di Lapangan Songgo Langit, Desa Sumbung, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Rabu (14/01/2026) sore, berlangsung sengit dan penuh tensi. Pertandingan puncak ini disaksikan langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) RI Yandri Susanto, Wakil Menteri Desa PDT Ahmad Riza Patria, serta sejumlah pejabat penting lainnya.


Turut hadir pula Bupati Boyolali Agus Irawan, anggota DPR RI Muhammad Hatta, jajaran pejabat Kementerian Desa PDT, serta tamu undangan dari berbagai daerah.


Laga Ketat Tanpa Gol

Kick-off dimulai pukul 15.45 WIB. Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim tampil disiplin dan saling menekan. Namun hingga babak pertama dan kedua berakhir, tidak satu pun gol tercipta. Skor kacamata 0-0 memaksa laga ditentukan melalui adu penalti.


Dalam babak tos-tosan, mental pemain Desa Karanggondang terbukti lebih matang. Tim asal Jepara itu sukses memenangkan adu penalti dengan skor 4-2, sekaligus memastikan diri sebagai kampiun Liga Desa 2026.


Mendes PDT: Liga Desa Ajang Cari Bibit Unggul

Mendes PDT Yandri Susanto mengaku puas dan bangga menyaksikan pertandingan final yang dinilainya berkualitas. Ia menyebut, Liga Desa 2026 diikuti sekitar 7.800 desa se-Jawa Tengah dan menjadi ajang strategis untuk menjaring bibit unggul sepak bola dari desa-desa.


“Ke depan, Liga Desa akan kita perluas hingga melibatkan sekitar 75.000 desa di seluruh Indonesia untuk mencari juara nasional. Apa yang dilaksanakan di Boyolali ini layak menjadi percontohan nasional,” ujar Yandri.


Ia juga menekankan bahwa Liga Desa bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan penggerak ekonomi desa.


“Dengan kegiatan seperti ini, ekonomi desa ikut bergerak, UMKM tumbuh, silaturahmi antardesa semakin kuat, dan pertumbuhan ekonomi desa akan semakin baik,” tegasnya.


Tuan Rumah dan Jepara Sama-sama Bangga

Bupati Boyolali Agus Irawan selaku tuan rumah mengaku puas dengan penyelenggaraan Liga Desa 2026. Menurutnya, Lapangan Songgo Langit terbukti layak menjadi venue pertandingan sepak bola tingkat provinsi.


“Semoga ke depan lapangan-lapangan desa lain di Boyolali juga bisa dikembangkan untuk mencari bibit pemain sepak bola,” harapnya.


Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo yang hadir langsung menyaksikan final, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas keberhasilan Desa Karanggondang.


“Alhamdulillah, Kabupaten Jepara, khususnya Desa Karanggondang, berhasil menjadi juara Liga Desa tahun ini. Terima kasih kepada Kabupaten Boyolali sebagai tuan rumah yang luar biasa,” ungkapnya.


Kemenangan Desa Karanggondang menutup Liga Desa HDN 2026 dengan penuh semangat sportivitas, sekaligus menegaskan bahwa desa memiliki potensi besar, baik di bidang olahraga maupun pembangunan sosial dan ekonomi.


***
Sumber: Solotrust.